Rakyat45.com, Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat langkah pencegahan penyebaran HIV/AIDS melalui kolaborasi lintas sektor dan edukasi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan menyusul masih ditemukannya ratusan kasus HIV/AIDS di Kota Pekanbaru dalam beberapa tahun terakhir.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang dinilai berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan kasus HIV/AIDS.
Untuk itu, Pemko Pekanbaru telah berkoordinasi dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) guna menyusun langkah penanganan yang lebih efektif dan terukur.
“Kami kemarin sudah memanggil kawan-kawan dari KPA untuk berkoordinasi secara intensif, karena kita tahu sumber penyebaran (HIV/AIDS) salah satunya bermula dari lingkaran itu. Polanya jelas, semakin meningkat aktivitas LGBT di suatu wilayah, biasanya akan diikuti dengan peningkatan kasus AIDS-nya. Ini yang harus kita putus mata rantainya,” kata Markarius Anwar kepada Rakyat45.com, Jumat (12/6/2026).
Menurut Markarius, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan melalui pendekatan kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan tokoh agama, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.
Karena itu, Pemko Pekanbaru menggandeng para tokoh agama dan pengurus masjid untuk menyampaikan materi edukasi terkait pencegahan perilaku berisiko serta pentingnya menjaga kesehatan masyarakat.
“Kita minta para tokoh agama, ustad dapat menyampaikan materi LGBT ini, bahaya dan pencegahan LGBT. Kita sudah minta pihak masjid paripurna untuk menyiapkan bahan materi penyampaiannya. Minimal sekali sebulan seluruh masjid dapat menyampaikan materi itu,” ujarnya.
Selain melalui jalur keagamaan, pemerintah juga memperkuat edukasi di lingkungan sekolah. Penyuluhan terkait bahaya HIV/AIDS dan perilaku berisiko akan diberikan kepada pelajar tingkat SMP dan SMA sebagai bagian dari upaya pencegahan sejak dini.
Sementara itu, data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menunjukkan angka kasus HIV/AIDS masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga September tahun lalu, tercatat sebanyak 310 kasus, terdiri dari 264 kasus HIV dan 46 kasus AIDS.
Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia produktif antara 25 hingga 49 tahun. Berdasarkan data kesehatan daerah, sebagian besar kasus ditemukan pada masyarakat yang bekerja di sektor swasta dan wiraswasta.
Dinas Kesehatan Pekanbaru memperoleh data tersebut melalui sistem pelacakan dan pemeriksaan yang melibatkan 31 rumah sakit pemerintah dan swasta, 125 klinik, empat lembaga pemasyarakatan, serta satu rumah tahanan di wilayah Kota Pekanbaru.
Pemko Pekanbaru berharap sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat memperkuat upaya pencegahan sehingga angka penyebaran HIV/AIDS di Kota Bertuah dapat terus ditekan.***












