Rakyat45.com, Pekanbaru – Hotspot Riau kembali menunjukkan tren penurunan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas di Provinsi Riau kini tersisa lima titik berdasarkan hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB. Sementara itu, cuaca pada Selasa (14/7/2026) diprakirakan didominasi udara kabur, cerah berawan hingga berawan tanpa adanya peringatan dini cuaca ekstrem.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Riau relatif kondusif sepanjang hari.
“Pada pagi hingga sore hari kondisi cuaca di Provinsi Riau diprakirakan didominasi udara kabur, cerah berawan hingga berawan. Sementara pada malam hingga dini hari terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Kuantan Singingi. Untuk hari ini tidak terdapat peringatan dini cuaca di wilayah Riau,” ujarnya kepada Rakyat45.com, Selasa (14/7/2026).
BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah.
“Di wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah, sehingga aktivitas pelayaran relatif aman. Meski demikian, masyarakat yang beraktivitas di laut tetap diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, hingga pukul 23.00 WIB terdapat 166 hotspot di Pulau Sumatera. Sebaran titik panas meliputi Sumatera Selatan 47 titik, Bangka Belitung 36 titik, Bengkulu 26 titik, Lampung 15 titik, Jambi 11 titik, Sumatera Barat 10 titik, Aceh delapan titik, Sumatera Utara delapan titik, dan Riau lima titik.
Di Provinsi Riau, lima hotspot tersebut tersebar di Kota Dumai sebanyak dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Kuantan Singingi.
“Di Provinsi Riau terpantau lima titik panas yang tersebar di empat kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, meskipun jumlah hotspot mengalami penurunan,” kata Ranti Kurniati.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau informasi prakiraan cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas pada malam hari di daerah yang berpotensi diguyur hujan. Di sisi lain, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diharapkan terus ditingkatkan agar tren penurunan jumlah hotspot di Riau dapat dipertahankan.***












