Banner Website
Peristiwa

BBKSDA Riau Pasang Camera Trap dan Drone Usai Harimau Sumatera Masuk Permukiman di Inhil

18
×

BBKSDA Riau Pasang Camera Trap dan Drone Usai Harimau Sumatera Masuk Permukiman di Inhil

Sebarkan artikel ini
Harimau Sumatera Masuk Permukiman, BBKSDA Riau Bertindak
Harimau Sumatera Terpantau Drone. (R45/Mcr)

Rakyat45.com, Inhil – Kemunculan Harimau Sumatera Inhil di kawasan permukiman warga Desa Sungai Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir, langsung direspons Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) diterjunkan untuk memantau pergerakan satwa dilindungi tersebut dengan memasang camera trap dan menerbangkan drone di lokasi.

Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan interaksi negatif antara manusia dan Harimau Sumatera yang terjadi pada Jumat (24/7/2026), setelah seekor harimau diduga memangsa ternak milik warga.

Tim WRU melakukan pengecekan lapangan didampingi perangkat Desa Sungai Danai serta Kanit Reskrim Polsek Pulau Burung untuk memastikan keberadaan satwa sekaligus mengantisipasi potensi konflik lanjutan.

“Hasil identifikasi di lokasi, petugas menemukan jejak baru yang diduga berasal dari Harimau Sumatera,” kata Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, Rabu (29/7/2026).

Supartono menjelaskan, jejak yang ditemukan memiliki ukuran telapak kaki sepanjang 14 sentimeter dengan lebar 13 sentimeter. Temuan tersebut mengindikasikan satwa masih berada di sekitar lokasi.

“Untuk memastikan arah pergerakan satwa, tim memasang camera trap dan melakukan pemantauan udara menggunakan drone di sekitar lokasi,” ujar Supartono.

Selain melakukan pemantauan, petugas BBKSDA Riau memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun di sekitar kawasan kemunculan harimau.

Petugas juga mengimbau warga untuk mengandangkan ternak, seperti sapi dan kambing, guna mengurangi risiko satwa liar mendekati permukiman.

“Tim juga menyarankan masyarakat menggunakan meriam spiritus sebagai salah satu cara menghalau satwa tersebut agar kembali ke habitat alaminya tanpa melukainya,” ujar Supartono.

Sementara itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengingatkan bahwa Harimau Sumatera merupakan satwa endemik yang dilindungi undang-undang dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

“Harimau Sumatera adalah satwa kunci sekaligus kebanggaan Pulau Sumatera. Mari kita jaga alam beserta isinya demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan satwa tersebut apabila kembali terlihat di sekitar permukiman.

“Apabila melihat atau mengetahui keberadaan Harimau Sumatera, warga diminta segera melaporkannya kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sekaligus menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian satwa yang dilindungi,” pesan Satyawan.

BBKSDA Riau memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga kondisi di lapangan dinyatakan aman, sekaligus mengupayakan agar Harimau Sumatera kembali ke habitat alaminya tanpa menimbulkan konflik dengan masyarakat.***