Rakyat45.com, Pekanbaru – UMKM Riau ekspor Jepang kembali mencatatkan capaian membanggakan. Koperasi UMKM Pucuk Rebung berhasil membawa sejumlah produk unggulan asal Riau menembus pasar Negeri Sakura setelah melalui proses pembinaan dan pendampingan berkelanjutan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Provinsi Riau dalam memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.
Ketua Koperasi UMKM Pucuk Rebung, Yuneli, mengatakan perjalanan menuju pasar ekspor bukanlah proses yang mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari keterbatasan kapasitas produksi, minimnya akses terhadap pembeli luar negeri, hingga pemenuhan standar keamanan pangan, pengemasan, dan dokumen ekspor.
“Perjalanan bukanlah proses yang instan. Kami memulainya dengan memperkuat kualitas produk, aktif mengikuti berbagai pameran internasional, business matching, hingga memperkenalkan produk kepada calon buyer dari berbagai negara,” ujar Yuneli, , Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan yang diberikan PHR melalui Program Pengembangan UMKM, Ekonomi, Pemuda, dan Perempuan. Program tersebut membantu meningkatkan kapasitas pelaku usaha, memperkuat kelembagaan koperasi, menyediakan sarana produksi, serta membuka akses promosi dan jaringan pemasaran.
Selain itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait turut mendukung proses ekspor melalui fasilitasi berbagai persyaratan administrasi dan kelengkapan dokumen yang dibutuhkan untuk memasuki pasar luar negeri.
Berbagai produk khas Melayu Riau kini menjadi komoditas ekspor Koperasi Pucuk Rebung. Produk tersebut meliputi Ikan Salai Patin, Pisang Kipas Rajawali, Mi Sagu Bu Tuti, Nastar Sagu, Bandrek Lazuhardy, Emping Alpukat, Buah Naga, Madu Murni, Bakso Olahan, hingga Bumbu Rendang Khas.
Seluruh produk disesuaikan dengan karakteristik pasar tujuan, termasuk standar kualitas, keamanan pangan, serta preferensi konsumen di masing-masing negara.
“Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kolaborasi berbagai pihak. PHR memberikan pendampingan usaha, peningkatan kompetensi pelaku UMKM, penyediaan sarana dan prasarana produksi, hingga pembukaan akses promosi dan pasar. Dukungan tak kalah penting juga datang dari pemerintah daerah serta instansi terkait dalam fasilitasi kelengkapan dokumen ekspor,” tuturnya.
Jepang menjadi salah satu pasar yang berhasil ditembus setelah koperasi memenuhi berbagai persyaratan ketat yang diterapkan negara tersebut. Prosesnya meliputi komunikasi dengan calon pembeli, pengiriman sampel produk, penyesuaian desain kemasan, hingga penyelesaian dokumen ekspor.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan terealisasinya ekspor perdana sebanyak 400 paket Pisang Kipas Rajawali ke Jepang.
Sebelum memasuki pasar Jepang, Koperasi Pucuk Rebung lebih dahulu melakukan ekspor ke Malaysia. Hingga kini, koperasi telah mencatat empat kali pengiriman dengan nilai transaksi kumulatif mencapai puluhan juta rupiah.
“Pasar Jepang dikenal memiliki standar yang sangat tinggi, oleh karena itu, kami menjadikan setiap proses evaluasi sebagai pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas. Kami percaya bahwa mutu merupakan kunci utama agar produk UMKM dapat bertahan dan berkembang di pasar internasional,” tambah Yuneli.
Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lain di Riau untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar ke tingkat global. Selain meningkatkan nilai ekonomi, ekspor produk lokal juga dinilai mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing produk khas Melayu Riau di pasar internasional.***












