Banner Website
Peristiwa

Malaria Sinaboi Belum Tuntas, Warga Desak Pemkab Rohil Susun Program Jangka Panjang

19
×

Malaria Sinaboi Belum Tuntas, Warga Desak Pemkab Rohil Susun Program Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Kasus DBD di Pekanbaru Tembus 392
Ilustrasi Malaria. (RAKYAT45.COM/Freepik)

Rakyat45.com, Rohil – Malaria Sinaboi kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir menyusun program penanganan yang berkelanjutan karena penyakit tersebut dinilai masih menjadi ancaman kesehatan di wilayah pesisir.

Bagi masyarakat, penanganan yang selama ini dilakukan belum mampu memutus rantai penyebaran malaria secara menyeluruh. Kasus penyakit tersebut disebut masih muncul dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah warga.

Tokoh Pemuda Sungai Bakau, Khairul Anwar, mengatakan malaria di Sinaboi sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan komitmen nyata dari pemerintah agar tidak hanya ditangani ketika angka kasus meningkat.

“Malaria di Kecamatan Sinaboi bukan lagi persoalan baru, tetapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sesaat ketika kasus meningkat, melainkan menyusun langkah yang berkelanjutan dan terukur hingga malaria benar-benar dapat dikendalikan,” ujar Khairul, Jumat (31/7/2026).

Menurut Khairul, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memperkuat pengendalian vektor, melakukan penyemprotan lingkungan secara berkala, memastikan ketersediaan obat-obatan, meningkatkan pelayanan kesehatan, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat.

“Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam bayang-bayang malaria yang datang silih berganti setiap tahun. Sudah saatnya ada komitmen yang nyata agar Kecamatan Sinaboi terbebas dari malaria. Kesehatan masyarakat adalah hak yang harus dipenuhi, bukan sekadar janji yang terus berulang,” tegasnya.

Senada dengan itu, Tokoh Masyarakat Raja Bejamu, Riki Dermawan, menilai dampak malaria tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga produktivitas masyarakat.

“Malaria bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat. Kami berharap pemerintah menghadirkan program penanganan yang berkesinambungan, mulai dari pencegahan, penyemprotan berkala, peningkatan pelayanan kesehatan hingga edukasi kepada masyarakat. Sinaboi membutuhkan solusi nyata, bukan penanganan yang hanya dilakukan ketika kasus meningkat,” ujarnya kepada Rakyat45.com, Jumat (31/7/2026).

Sementara itu, Datuk Penghulu Sinaboi, Rafika, menegaskan pemerintah kepenghuluan siap bersinergi dengan pemerintah daerah maupun instansi kesehatan dalam menjalankan program pemberantasan malaria.

“Penanganan malaria membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah kepenghuluan siap mendukung setiap program yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. Harapan kami, perhatian pemerintah semakin maksimal sehingga angka kasus malaria di Sinaboi dapat ditekan dan masyarakat dapat hidup dengan rasa aman,” katanya.

Masyarakat berharap penanganan malaria masuk dalam program prioritas Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui penguatan pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara rutin, penyediaan obat-obatan, peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan, serta edukasi yang dilakukan secara berkesinambungan.

Dengan keterlibatan seluruh pihak dan kebijakan yang konsisten, warga optimistis Kecamatan Sinaboi dapat terbebas dari ancaman malaria yang selama ini terus berulang dan memengaruhi kualitas hidup masyarakat.***