RAKYAT45.COM – Pencarian korban Sungai Kampar terus dilakukan Tim SAR Gabungan hingga hari keenam, Minggu (9/8/2026). Namun, Boiko Gulo (25), warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, hingga kini belum ditemukan.
Tim gabungan memperluas penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar. Petugas menggunakan perahu karet dengan menyisir sungai hingga radius 13 kilometer dari titik awal kejadian ke arah hilir.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, pencarian terus dimaksimalkan dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam operasi SAR.
“Upaya pencarian korban di hari keenam ini kami optimalkan dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dari titik awal kejadian hingga radius 13 kilometer ke arah hilir sungai. Namun, hingga laporan sore ini disampaikan pukul 16.00 WIB, keberadaan korban masih belum ditemukan,” ungkap Adi Candra.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, korban mengendarai sepeda motor dan berhenti di atas Jembatan Rantau Berangin.
Korban kemudian melompat dari jembatan dan langsung hanyut terbawa derasnya arus Sungai Kampar. Sejak kejadian tersebut, tim gabungan melakukan pencarian untuk menemukan korban.
Operasi melibatkan puluhan personel dari BPBD Kabupaten Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Damkar, perangkat desa, hingga masyarakat setempat.
Dalam pencarian tersebut, petugas mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya perahu karet, perlengkapan selam, armada angkut, serta berbagai peralatan keselamatan pendukung.
Selain memperluas pencarian, BPBD Kampar mengingatkan personel dan masyarakat di sekitar bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Sementara itu, elevasi Waduk PLTA Koto Panjang tercatat berada pada posisi 79,74 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi cuaca dan perubahan elevasi menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan selama proses pencarian berlangsung.
Tim SAR gabungan hingga Minggu sore masih melanjutkan operasi untuk menemukan Boiko Gulo.***












