RAKYAT45.COM – Satuan Tugas (Satgas) Udara Karhutla Riau melakukan patroli menggunakan helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memantau kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Riau, Sabtu (15/8/2026).
Patroli udara tersebut dipimpin Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin (Danlanud Rsn) Marsma Abdul Haris dan didampingi Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Rsn Kolonel Pnb Andri Setiawan.
Dari pemantauan udara, terlihat sejumlah titik lahan terbakar dengan kepulan asap pekat dari area yang terdampak. Namun, lokasi titik Karhutla yang terlihat dari udara tersebut tidak dirincikan lebih lanjut.
“Satgas Udara terus melaksanakan pemantauan dan penanganan Karhutla, salah satunya melalui operasi udara ini yang kita laksanakan kemarin. Dari pemantauan ini untuk memastikan tindakan penanggulangan yang dilakukan melalui tim Satgas Udara,” kata Danlanud, Sabtu (15/8/2026).
Abdul Haris memastikan upaya pemadaman terus dilakukan dengan mengerahkan helikopter untuk water bombing. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Semua kita kerahkan, mulai patroli udara, WB dan OMC,” ungkap Danlanud.
Patroli udara dilakukan di sejumlah wilayah, yakni Kandis, Kabupaten Siak; Pematang Duku, Kabupaten Bengkalis; Bonai Darussalam, Rambah Baru, Cipang Kiri Hilir di Kabupaten Rokan Hulu; serta Empat Balai dan Kuok di Kabupaten Kampar.
Sebelum patroli dilaksanakan, seluruh unsur yang terlibat terlebih dahulu mengikuti briefing penerbangan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, kondisi pesawat, rute penerbangan, aspek keselamatan, serta koordinasi selama patroli berlangsung.
Marsma Abdul Haris yang juga Komandan Satuan Tugas Udara (Dansatgasud) Karhutla menegaskan TNI Angkatan Udara (TNI AU) akan terus berada dalam kondisi siaga dan bersinergi dengan seluruh unsur terkait dalam menghadapi ancaman Karhutla di Riau.
“Kehadiran unsur TNI AU dalam patroli udara menjadi bagian penting dari upaya terpadu penanggulangan Karhutla. Selain melakukan pemantauan, unsur udara juga berperan dalam mendukung respons cepat terhadap titik api, sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas,” papar Danlanud.***












