RAKYAT45.COM – Arifa Rahma Maulydha, siswi SMAN 1 Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, berhasil terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional yang mewakili Provinsi Riau. Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarganya yang hidup sederhana sebagai keluarga petani.
Ayah Arifa, Sulaiman, mengaku tidak mengetahui ketika putri bungsunya itu pertama kali mendaftarkan diri sebagai calon Paskibraka. Kabar tersebut baru diketahui keluarga setelah Arifa berhasil melewati seleksi di tingkat kabupaten.
“Arifa ini anaknya pendiam, saya saja tidak tahu awal dia mendaftar itu. Ternyata setelah lolos tes tahap kabupaten, baru kami diberitahunya. Padahal kami dari orang tua pasti mendukung langkah baik dia,” kata Sulaiman saat diwawancara, Sabtu (15/08/2026).
Bagi Sulaiman, keberhasilan Arifa di tingkat nasional bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba. Minat terhadap kegiatan pengibaran bendera telah tumbuh sejak Arifa melihat pengalaman kedua kakaknya yang pernah menjadi pasukan pengibar bendera hingga tingkat kecamatan.
“Memang dari dulu Arifa punya minat ke situ. Kebetulan dia ini anak bungsu dari tiga bersaudara, kakak-kakaknya juga pasukan pengibar bendera tapi hanya sampai tingkat kecamatan saja. Mungkin dari melihat kakaknya dia menjadi termotivasi, alhamdulillah ternyata Arifa tembus sampai tingkat nasional,” ujarnya.
Dari pengalaman kedua kakaknya tersebut, Arifa kemudian terdorong untuk mengikuti seleksi dengan target yang lebih tinggi. Kedisiplinan yang diperoleh dari kegiatan pengibaran bendera juga menjadi bagian dari proses yang membentuk dirinya.
Sulaiman yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengaku tidak pernah membayangkan putrinya dapat membawa nama Riau hingga tingkat nasional.
“Kami inikan orang biasa saja. Saya sehari-hari seorang petani, mana pernah membayangkan anak saya bisa sampai di tahap ini. Tetapi Allah sudah memberikan takdir baik kepada kami,” jelasnya.
Di luar kegiatan Paskibraka, Arifa tetap dekat dengan keluarganya. Kesibukan sebagai pelajar dan menjalani latihan tidak membuatnya meninggalkan aktivitas bersama orang tua.
Sulaiman menuturkan, Arifa tetap membantu keluarga ketika musim tanam dan musim panen. Menurutnya, kepedulian tersebut menjadi salah satu hal yang membuat keluarga bangga terhadap putri bungsunya.
“Dia juga sangat peduli kepada keluarga. Contohnya tiap musim tanam dia ikut nanam, musim panen juga bantu. Bahkan Arifa pernah bilang bahwa dia ingin selalu membanggakan orang tua,” tutur Sulaiman.
Perjalanan Arifa menuju Paskibraka Nasional juga membutuhkan persiapan fisik yang panjang. Sebelum mengikuti pemusatan latihan nasional, ia menjalani latihan fisik secara rutin selama empat bulan.
“Kalau untuk kesehatan anak, dia insyaallah kuat menjalani latihan. Soalnya sebelum berangkat pemusatan nasional, Arifa selama empat bulan berturut-turut tiap hari rutin latihan fisik dari pagi sampai menjelang magrib,” ungkapnya.
Bagi keluarga, rangkaian latihan tersebut menunjukkan kesungguhan Arifa dalam menjalankan proses yang telah dipilihnya. Dukungan orang tua diberikan agar Arifa dapat melewati setiap tahapan dengan baik.
Sulaiman juga memandang pencapaian putrinya sebagai kebanggaan bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi daerah asalnya. Ia berharap perjalanan Arifa dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Kabupaten Indragiri Hilir.
Kini, keluarga hanya berharap Arifa bersama seluruh anggota Paskibraka Nasional dapat menjalankan tugas dengan lancar. Sulaiman pun meminta doa dari masyarakat Riau untuk keselamatan dan kelancaran seluruh rombongan.
“Kami sekeluarga mohon bantuan doa dari masyarakat Riau agar rombongan Paskibraka Nasional bisa diberikan keselamatan dan dilancarkan semuanya,” harapnya.***












