Rakyat45.com, Meranti – Semangat HUT RI ke-81 di Desa Mantiasa tidak berhenti pada pengibaran bendera. Senin (17/8/2026), halaman Kantor Balai Desa Mantiasa berubah menjadi ruang kebersamaan warga, ketika apel kemerdekaan berpadu dengan penampilan seni, aktivitas UMKM, dan perlombaan rakyat yang menghidupkan suasana perayaan.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB melalui Apel Peringatan Detik-Detik Proklamasi. Kepala Desa Mantiasa Muhajir hadir bersama istri dan perangkat desa, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh pendidikan, mahasiswa KKN UIN Suska Riau, kepala sekolah, guru, tamu undangan, serta masyarakat.
Muhajir bertindak sebagai inspektur upacara. Endrian Saputra dari Satuan Pamong Praja menjadi komandan upacara, sementara Ketua BPD Desa Mantiasa membacakan teks Proklamasi. Posisi Paskibraka dipercayakan kepada santri Pondok Pesantren Hidayatul Muttaqin.
Prosesi berlangsung tertib dan khidmat. Kehadiran warga dalam jumlah besar turut memperkuat nuansa kekeluargaan yang menjadi bagian penting dari peringatan kemerdekaan tersebut. Sejumlah pelaku UMKM juga memanfaatkan momentum itu untuk membuka usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Pesan utama perayaan disampaikan Muhajir melalui amanatnya. Ia mengajak masyarakat menjaga persatuan, menghindari gesekan, dan mengisi kemerdekaan dengan aktivitas yang memberi ruang bagi kebersamaan.
“Semoga melalui apel ini, kita semakin menjaga persatuan dan kesatuan. Mari hindari gesekan. Mari kita isi kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan positif yang penuh keakraban serta mempererat silaturahmi,” pesannya.
Muhajir juga menyampaikan bahwa Pemerintah Desa Mantiasa telah menggelar istighosah dan doa bersama pada malam sebelumnya sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan.
“Mudah-mudahan kegiatan yang kita laksanakan selaku Pemerintah Desa mendapat tempat di hati masyarakat,” tutupnya.
Selepas apel, panggung perayaan berganti dengan atraksi siswa dan hiburan rakyat. Siswa-siswi SD Negeri 7 Mantiasa tampil membawakan drumband, sedangkan siswa-siswi MI Nurul Huda menghadirkan fashion show yang mendapat perhatian penonton.
Kegiatan berlanjut dengan lomba rakyat bagi anak-anak pada pagi hari. Agenda siang hari kemudian menyasar peserta dari kalangan remaja dan dewasa, termasuk panjat pinang sebagai salah satu perlombaan yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir dengan foto bersama Kepala Desa Mantiasa, perangkat desa, dan peserta upacara. Panitia mencatat kegiatan berlangsung aman, lancar, dan sukses.
Perayaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kemerdekaan di tingkat desa dapat dirayakan melalui perpaduan upacara, kreativitas generasi muda, geliat ekonomi masyarakat, dan tradisi permainan rakyat; semuanya bertemu dalam satu semangat, yakni mempererat persatuan.**












