RAKYAT45.COM – Tiga unit Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang berada di jalan Subrantas Panam, jalan Tuanku Tambusai dan jalan Sudirman Kota Pekanbaru tidak berfungsi ketika kabut asap mulai menyelimuti sejumlah kawasan, Selasa (18/8/2026) pagi.
Dari pantauan Rakyat45.com, Kondisi kabut asap terlihat cukup jelas di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Panam. Kabut tampak menebal dan mulai mengurangi jarak pandang warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Selain mengganggu jarak pandang, bau asap juga mulai tercium di beberapa lokasi. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat menjadi kurang nyaman, terutama ketika berada di luar rumah.
Salah seorang warga, Putro, mengatakan kondisi udara di kawasan Panam terasa berbeda dibandingkan hari biasanya. Bau asap cukup kuat dan mulai mengganggu kenyamanan.
“Daerah Panam ini diselimuti Asap dipagi hari kalau berada di luar rumah, asapnya terasa dan membuat pernapasan kurang nyaman. Semoga kondisi ini tidak semakin parah dan segera membaik,” kata Putro.
Sementara itu, Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi Siregar, mengatakan kemunculan kabut asap diduga berkaitan dengan titik panas atau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau.
“Berdasarkan pantauan titik panas memang terdapat hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di wilayah Pelalawan, Kecamatan Kerumutan,” ujar Gita.
Ia menjelaskan, kondisi angin juga memungkinkan asap dari wilayah Pelalawan bergerak menuju Pekanbaru.
“Untuk arah angin lebih dominan dari arah tenggara hingga selatan. Kondisi ini memungkinkan adanya kiriman asap dari Pelalawan yang terbawa ke Pekanbaru,” katanya.
Gita menambahkan, jarak pandang di Pekanbaru sempat turun hingga sekitar 500 meter. Namun, kondisi tersebut kemudian berangsur membaik.
“Jarak pandang terendah tadi sempat 500 meter, namun sudah mulai membaik menjadi 3 kilometer,” jelasnya.
Di sisi lain, kualitas udara Pekanbaru juga mengalami penurunan. Berdasarkan pemantauan yang diperbarui pukul 08.00 WIB, konsentrasi partikulat PM2.5 tercatat mencapai 66,8 µg/m³.
Angka tersebut masuk kategori Tidak Sehat. Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan partikulat dapat membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan menjadi kurang nyaman.
Kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru terjadi ketika BMKG mendeteksi hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi di wilayah Pelalawan, khususnya Kecamatan Kerumutan. Angin yang bergerak dominan dari tenggara hingga selatan turut memungkinkan asap terbawa menuju ibu kota Provinsi Riau.
Catatan redaksi: Naskah menyebut nama narasumber warga sebagai Putro di awal, tetapi kutipan menggunakan nama Putra. Dalam artikel ini diseragamkan menjadi Putro sesuai penyebutan awal.***












