RAKYAT45.COM – Karhutla Pelalawan masih menjadi perhatian serius. Kobaran api dan kepulan asap terus muncul di kawasan semak belukar yang berada di atas lahan gambut Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar 969 hektare lahan. Kondisi gambut yang tebal serta vegetasi semak yang mengering membuat proses pemadaman berlangsung sulit dan membutuhkan pengerahan personel dalam jumlah besar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edy Afrizal, mengatakan kebakaran di Kerumutan telah berlangsung hampir satu bulan.
Meski menghadapi medan yang sulit, tim gabungan mulai menunjukkan perkembangan dalam upaya mengendalikan kebakaran. Dari total lahan yang terdampak, lebih dari 600 hektare telah berhasil dipadamkan dan dilokalisir.
“Kendati medan terbilang ekstrem, kerja keras pantang menyerah dari tim di lapangan mulai membuahkan hasil positif. Dari total luas lahan yang terbakar, lebih dari 600 hektare titik api di antaranya berhasil dipadamkan dan dilokalisir,” ujar Edy Rabu (26/8/2026).
Pemadaman melibatkan ratusan personel lintas instansi. TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Kehutanan hingga Satpol PP diterjunkan untuk menangani titik-titik kebakaran di kawasan tersebut.
Upaya penanganan juga mendapat dukungan dari sektor swasta. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengerahkan regu pemadam kebakaran berikut peralatan medis dan evakuasi untuk membantu operasi di Kerumutan dan Rantau Baru, Kabupaten Pelalawan.
“Perusahaan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) turut menerjunkan armada regu pemadam kebakaran beserta peralatan medis dan evakuasi untuk membantu pemadaman, di Kerumutan dan Rantau Baru Kabupaten Pelalawan,” jelas Edy.
Akses menuju lokasi kebakaran menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi petugas. Kondisi medan yang sulit membuat pemadaman dari darat tidak mudah dilakukan.
Untuk memperkuat operasi, Satgas Udara mengerahkan helikopter water bombing bantuan dari BNPB dan Kementerian Kehutanan. Pesawat tersebut digunakan untuk menjatuhkan air dari udara ke sejumlah titik yang sulit dijangkau tim pemadam di darat.
“Bom air atau waterbombing dari udara dengan menggunakan helikopter juga kita maksimalkan untuk memperkuat tim darat,” ucap Edy.
Kebakaran di Kerumutan menjadi bagian dari rangkaian karhutla yang terjadi di berbagai wilayah Riau. Hingga Agustus 2026, kebakaran tercatat melanda 12 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Secara kumulatif, luas lahan yang terbakar di Riau sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai lebih dari 16.000 hektare.
Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla terus menjadi prioritas, terutama di kawasan gambut yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dalam proses pemadaman dan pendinginan.***












