RAKYAT45.COM – Kabut asap semakin tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, pada Senin (24/8/2026). Kondisi tersebut berdampak pada memburuknya kualitas udara yang kini berada pada kategori sangat tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan IQAir pukul 18.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Pekanbaru tercatat 214. Polutan utama yang mendominasi adalah partikel halus PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 138,3 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Angka tersebut menunjukkan kualitas udara di Pekanbaru masih berada pada level yang mengkhawatirkan di tengah kabut asap yang terus menebal.
Satu jam sebelumnya, tepatnya pukul 17.00 WIB, konsentrasi PM2.5 bahkan sempat mencapai 203,2 µg/m³ dan juga berada pada kategori sangat tidak sehat. Meski mengalami penurunan pada pukul 18.00 WIB, kondisi udara masih memerlukan kewaspadaan.
Saat pemantauan dilakukan, suhu udara di Pekanbaru tercatat sekitar 30 derajat Celsius dengan kecepatan angin sekitar 5 kilometer per jam dan kelembapan udara mencapai 57 persen.
Partikel PM2.5 menjadi perhatian karena ukurannya yang sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan dalam konsentrasi tinggi berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Dengan kualitas udara yang berada pada kategori sangat tidak sehat, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut asap semakin pekat.
Anak-anak, lansia, serta kelompok sensitif lainnya disarankan membatasi paparan udara luar. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan untuk membantu mengurangi paparan partikel polusi.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara karena konsentrasi PM2.5 dan nilai AQI dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.***












