RAKYAT45.COM โ Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pembangunan dan pembenahan drainase di sejumlah wilayah sebagai upaya mengurangi persoalan banjir dan genangan yang masih terjadi di Kota Bertuah.
Sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami genangan kini menjadi sasaran pembangunan drainase. Di antaranya Jalan Paus, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Suka Karya, Jalan Darma Bakti, Jalan Embun Pagi, Jalan Srikandi, serta sejumlah titik lainnya.
Pembangunan dan pembenahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan fungsi saluran air sekaligus mengurangi risiko genangan saat hujan turun. Namun, Pemko Pekanbaru mengakui pembenahan seluruh sistem drainase di kota tersebut menghadapi sejumlah tantangan.
IWOI Aceh Bersiap Berbenah: Perombakan Kepengurusan Jadi Agenda Awal 2026
3 Januari 2026Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, salah satu kendala terbesar dalam pembenahan drainase adalah keterbatasan anggaran.
“Tantangannya cukup lumayan dahsyat, pertama tentu terkait anggaran,” kata Agung Nugroho, Rabu (2/9/2026).
Menurut Agung, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh saluran drainase di Pekanbaru sangat besar. Karena itu, pemerintah harus menentukan skala prioritas dalam pengerjaan infrastruktur.
Anggaran yang tersedia tidak hanya dialokasikan untuk pembangunan drainase. Pemko Pekanbaru juga harus membaginya dengan sejumlah pekerjaan prioritas lainnya, termasuk perbaikan jalan dan pembangunan infrastruktur lainnya.
Karena itu, penanganan banjir di Pekanbaru dinilai tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah kota. Agung mengatakan diperlukan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, khususnya dalam menangani drainase yang berada di ruas jalan dengan kewenangan pemerintah provinsi.
“Makanya kita harus bekerja sama dan kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau. Karena kalau tidak jemput bola, pemprov juga mengurus kabupaten kota lainnya, kita juga berharap perhatian dari bapak gubernur,” jelasnya.
Menurutnya, koordinasi lintas pemerintahan penting agar penanganan persoalan drainase dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Pembangunan saluran air diharapkan tidak hanya dilakukan pada ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemko Pekanbaru, tetapi juga menyentuh ruas jalan provinsi yang turut berpengaruh terhadap sistem aliran air di dalam kota.
Pemko Pekanbaru pun terus mendorong pembangunan drainase pada titik-titik prioritas. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk mengurangi persoalan banjir dan genangan yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat saat hujan turun.***












