Daerah

Lima Bulan Padam, IPMKRB Jadikan 1 September Ujian Komitmen PLN

×

Lima Bulan Padam, IPMKRB Jadikan 1 September Ujian Komitmen PLN

Sebarkan artikel ini
Sesi foto bersama usai pertemuan Pemerintah Kecamatan Rangsang Barat, masyarakat, tokoh masyarakat, IPMKRB, dan PLN membahas persoalan pemadaman listrik yang telah berlangsung sekitar lima bulan, Rabu (26/8/2026)./R45/AH.

Rakyat45.com, Rangsang Barat – Sekitar lima bulan masyarakat Rangsang Barat hidup dengan persoalan listrik yang belum menemukan kepastian. Kini, perhatian tertuju pada pemadaman listrik Rangsang Barat dan komitmen PLN untuk menstabilkan pasokan listrik pada 1 September 2026.

Tanggal tersebut menjadi titik penting setelah Ikatan Mahasiswa Kecamatan Rangsang Barat (IPMKRB) turut mengawal pertemuan antara Pemerintah Kecamatan Rangsang Barat, masyarakat, tokoh masyarakat, dan PLN untuk membahas persoalan kelistrikan yang telah lama dikeluhkan warga.

Ketua Umum IPMKRB, Anissa Rahmaddini, hadir langsung dalam pertemuan itu. Ia mendengarkan penjelasan dari pihak PLN sebelum menyampaikan sejumlah penegasan kepada Manager PLN pada sesi akhir.

Dalam pertemuan tersebut, PLN menyampaikan bahwa kondisi kelistrikan Rangsang Barat ditargetkan kembali stabil mulai 1 September 2026. Pihak PLN juga menjelaskan langkah itu merupakan solusi jangka pendek sambil menunggu kedatangan mesin baru yang dipersiapkan sebagai solusi jangka panjang.

Anissa menegaskan masyarakat sudah terlalu lama menghadapi persoalan yang sama tanpa kepastian.

“Kami sudah mendengar penjelasan dan mencatat komitmen PLN. Tapi masyarakat tidak membutuhkan alasan yang terus berulang. Yang dibutuhkan adalah listrik yang benar-benar menyala dan stabil.” jelas Anissa. Rabu (26/8/2026).

IPMKRB juga meminta kejelasan mengenai rencana solusi jangka panjang, terutama terkait mesin baru yang disebutkan pihak PLN.

“Kalau mesin baru memang menjadi solusi, masyarakat berhak tahu kapan datang, kapan beroperasi, dan kapan persoalan ini benar-benar selesai. Jangan sampai solusi jangka pendek kembali menjadi alasan untuk menunda penyelesaian.” ungkap Ketum IPMKRB.

Menurut IPMKRB, dampak pemadaman telah melampaui persoalan penerangan. Kondisi tersebut mengganggu pendidikan, aktivitas ekonomi, komunikasi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Karena itu, IPMKRB akan memantau langsung realisasi komitmen PLN pada 1 September mendatang. Organisasi mahasiswa tersebut menyatakan akan kembali meminta pertanggungjawaban dan tindak lanjut dari pihak terkait apabila kondisi di lapangan tidak sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan.

IPMKRB menegaskan pengawalan itu bukan bertujuan mencari konflik. Mereka ingin memastikan keresahan masyarakat tidak berhenti sebagai bahan rapat atau sekadar rangkaian janji.

“Setelah berbulan-bulan menunggu, masyarakat Rangsang Barat kini menanti jawaban yang paling nyata: listrik yang menyala dan stabil. Bagi IPMKRB, saatnya PLN membuktikan komitmennya, bukan sekadar menjelaskan.” tegasnya.**