Rakyat45.com, Sleman – Penguatan pariwisata Sleman mulai diarahkan melampaui sekadar mendatangkan wisatawan. Pemerintah daerah bersama DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Sleman membahas strategi agar setiap kunjungan wisata mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Gagasan itu mengemuka dalam audiensi DPD IWOI Sleman dengan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Edy Winarya, S.Sn., M, pada Kamis 9 September 2026. Pertemuan tersebut membahas pengembangan destinasi, peningkatan kapasitas pengelola, konektivitas antarlokasi wisata, hingga kontribusi media dalam memperkuat promosi pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Edy Winarya mengatakan, destinasi wisata harus terus dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif agar mampu menjawab perubahan kebutuhan wisatawan. Keindahan alam, menurut dia, perlu diperkuat dengan aktivitas wisata, atraksi serta pelayanan yang memberikan pengalaman berbeda.
Belasan Mahasiswa Unib akan Laksanakan Penelitian Lebah Trigona di Lubuk Gilang
5 Juli 2024“Pengembangan destinasi tidak cukup hanya membangun fisiknya. Kapasitas SDM pengelola juga sangat menentukan agar destinasi semakin menarik dan wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik,” jelasnya.
Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia pengelola menjadi salah satu perhatian. Pemerintah mendorong bimbingan teknis dan pendampingan agar pengelola destinasi dapat bekerja lebih profesional, meningkatkan mutu layanan, sekaligus memenuhi standar pelayanan wisata.
Pembahasan kemudian bergerak pada persoalan konektivitas. Wisatawan diharapkan tidak berhenti pada satu tujuan, tetapi dapat menikmati rangkaian destinasi yang saling terhubung melalui dukungan transportasi wisata.
Pansus BPBD Pertajam Pembahasan Ranperda pada Rapat Perdana Bersama OPD Terkait
15 Mei 2024Konsep tersebut dapat dikembangkan melalui berbagai moda dan layanan, seperti jeep, penyeberangan hingga kawasan transit yang berfungsi sebagai titik singgah. Pendekatan ini dinilai penting untuk memperpanjang aktivitas wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di sepanjang jalur perjalanan.
Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan ialah Transit Multifungsi di Bokoharjo. Tahun 2026 direncanakan dilakukan reviu terhadap feasibility study dan business plan. Apabila hasil kajian menunjukkan prospek positif, tahapan berikutnya akan diarahkan pada persiapan pembiayaan melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Kawasan tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai titik perpindahan wisatawan. Transit Multifungsi Bokoharjo diharapkan dapat berkembang menjadi ruang bagi kuliner, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif, sehingga arus kunjungan wisata turut menggerakkan usaha masyarakat.
Konsep serupa juga hendak diperkuat melalui agenda pariwisata pada 2027. Sejumlah festival disiapkan sebagai instrumen promosi sekaligus sarana memperluas dampak ekonomi dari aktivitas wisata.
Agenda yang direncanakan antara lain Festival Pandemic pada 20 Mei 2027 di Dusun Pantesan, Festival Gamelan Kutuk-Kutuk pada September 2027 di kawasan Pakem, serta Festival Geopark pada November 2027.
Festival Gamelan Kutuk-Kutuk mengusung tema “Harmony for All, Harmony Partnership”, sedangkan Festival Geopark membawa tema “Adventure for All”.
Khusus Festival Geopark, penyelenggaraannya akan mengeksplorasi sejumlah lokasi yang memiliki potensi geowisata. Rangkaian kegiatan juga diarahkan mencakup seminar internasional serta melibatkan komunitas destinasi.
Kus Endarto menuturkan, rangkaian event tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Aktivitas wisata harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi UMKM, ekonomi kreatif, pelaku transportasi, sektor kuliner dan masyarakat yang berada di sekitar destinasi.
Sementara itu, DPD IWOI Sleman menyampaikan komitmennya untuk ikut memperkuat sektor pariwisata melalui pemberitaan dan publikasi yang informatif. Media online dipandang memiliki posisi strategis dalam memperkenalkan potensi destinasi kepada publik sekaligus menyampaikan program dan inovasi pariwisata kepada calon wisatawan.
Kolaborasi antara pemerintah, pengelola destinasi, komunitas, pelaku usaha dan media diharapkan dapat membentuk ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat Sleman.**












