Daerah

Pemkab Meranti dan BI Petakan Komoditas Unggulan, Sagu Jadi Senjata Utama KPJU Riau 2026

×

Pemkab Meranti dan BI Petakan Komoditas Unggulan, Sagu Jadi Senjata Utama KPJU Riau 2026

Sebarkan artikel ini
Meranti Dorong Sagu Masuk Pemetaan KPJU Riau 2026
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri, membuka Focus Group Discussion (FGD) KPJU di Ruang Rapat PUPR Kepulauan Meranti, Jumat (4/9/2026). R45/A

RAKYAT45.COM – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mendorong potensi komoditas lokal agar masuk dalam pemetaan Komoditas, Produk, dan Jenis Usaha (KPJU) Unggulan UMKM Provinsi Riau Tahun 2026. Langkah ini ditegaskan saat Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Sudandri, membuka Focus Group Discussion (FGD) KPJU di Ruang Rapat PUPR Kepulauan Meranti, Jumat (4/9/2026).

Forum yang digelar atas kerja sama Bank Indonesia (BI) dan Center for Survey and Academic Development (CSAD) FEIS UIN Sultan Syarif Kasim Riau ini bertujuan menyaring jenis usaha yang paling prospektif untuk menerima intervensi kebijakan. Direktur CSAD UIN Suska Riau, Dr. Ade Ria Nirmala, menjelaskan bahwa riset lima tahunan ini menggunakan pendekatan dari bawah (bottom-up) agar dukungan pemerintah tepat sasaran.

“Tidak mungkin pemerintah memberikan intervensi yang sama terhadap seluruh UMKM. Karena itu, kita perlu melihat UMKM yang memiliki prospek dan potensi tinggi untuk kemudian didukung agar berkembang lebih unggul,” ujar Dr. Ade Ria Nirmala.

Sekda Kepulauan Meranti, Sudandri, menilai riset ini sebagai momentum krusial untuk mengangkat produk basis daerah ke tingkat provinsi. Pihaknya menyoroti sektor perberasan dan olahan sagu sebagai komoditas utama yang memiliki daya saing tinggi, didukung hamparan lahan seluas 40 ribu hektare dengan total produksi menembus 270 ribu ton per tahun.

“Meranti memiliki produk unggulan tersendiri, salah satunya produk berbasis sagu. Ini bukan hanya komoditas, tetapi sudah menjadi ikon bagi Kabupaten Kepulauan Meranti,” kata Sudandri.

Ia menegaskan bahwa rantai pasok sagu Meranti tidak cuma kuat di pasar domestik, melainkan telah menembus pasar internasional melalui ratusan variasi produk turunan. Oleh karena itu, Pemkab Meranti memboyong jajaran kepala dinas, perbankan, hingga BPS guna membedah kendala tata kelola UMKM dari sektor hulu hingga hilir.

“Kami berharap melalui diskusi ini dapat ditemukan berbagai hambatan dan permasalahan, mulai dari hulu sampai hilir, sehingga produk unggulan daerah dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara lebih maksimal,” tegasnya.***