RAKYAT45.COM โ Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Pekanbaru, Sumardany Zirnata, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru yang berada pada angka 7,39 persen pada Triwulan II 2026.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi geliat perekonomian ibu kota Provinsi Riau. Bahkan, berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pekanbaru tercatat sebagai kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia pada periode tersebut.
Sumardany menilai capaian itu patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan agar tingginya angka pertumbuhan ekonomi tidak berhenti sebagai catatan statistik, melainkan harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Persiapan Pengamanan G20 di Bali, Kakorlantas Imbau Hal Ini ke Masyarakat
28 September 2022“Ini tentu patut kita apresiasi. Pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang mencapai 7,39 persen menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang cukup baik dan bergerak positif,” kata Sumardany, Senin (14/9/2026).
Berdasarkan data Kemendagri, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru secara year-on-year (yoy) pada Triwulan II 2026 mencapai 7,39 persen. Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen.
Pekanbaru menempati posisi pertama, disusul Batam dengan pertumbuhan 7,28 persen, Surabaya 7,20 persen, Makassar 7,04 persen, dan Palopo 6,97 persen.
Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah dan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026 yang digelar Kemendagri pada Senin (7/9) lalu. Rapat tersebut dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.
Menurut Sumardany, capaian pertumbuhan ekonomi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi, katanya, tidak cukup hanya diukur dari tingginya angka statistik. Pertumbuhan tersebut harus mampu menciptakan manfaat yang dirasakan masyarakat secara langsung.
“Harapan kita pertumbuhan ini tidak hanya menjadi angka, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat. Investasi meningkat, UMKM berkembang, lapangan pekerjaan terbuka dan daya beli masyarakat semakin baik,” ucapnya.
Sebagai ibu kota provinsi, Sumardany menyebut Pekanbaru memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian Riau secara keseluruhan.
Karena itu, ia berharap capaian pertumbuhan ekonomi Pekanbaru dapat dipertahankan sekaligus menjadi contoh dan barometer bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya di Riau dalam mengelola serta mengembangkan potensi ekonomi daerah.
“Pekanbaru ini merupakan pusat pemerintahan dan salah satu pusat aktivitas ekonomi di Riau. Kalau pertumbuhannya baik, tentu akan memberikan efek terhadap daerah lain. Kita berharap ini bisa menjadi barometer bagi kabupaten/kota di Riau,” ujarnya.
Meski demikian, Sumardany mengingatkan Pemerintah Kota Pekanbaru agar tidak terlena dengan capaian tersebut. Menurutnya, mempertahankan pertumbuhan ekonomi justru menjadi tantangan berikutnya.
Ia mendorong pemerintah terus menjaga iklim investasi agar tetap kondusif sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha dan UMKM untuk berkembang.
“Justru setelah mencapai angka ini, tantangannya bagaimana mempertahankan dan meningkatkan. Pemerintah harus terus memberikan kemudahan berusaha, memperbaiki pelayanan dan memastikan pembangunan memberikan efek ekonomi kepada masyarakat,” pungkasnya.***












