RAKYAT45COM โ Tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kepolisian Resor Indragiri Hilir (Inhil), TNI, dan pemerintah setempat mengevakuasi bangkai mamalia laut yang diduga paus di perairan Sungai Bahale, Desa Bente, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Jumat (25/9/2026).
Evakuasi berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB untuk mengamankan bangkai satwa tersebut agar tidak kembali terseret arus laut. Petugas memindahkannya dari perairan Sungai Bahale menuju perairan Menteban.
Proses evakuasi melibatkan Tim Perlindungan dan Pelestarian KKP, yakni Sefrianto Permana dan Ignatius Trihantoro, Pengawas KKP Wahyuri Purnamasari, Camat Mandah Idrus, serta personel Polsek Mandah dan Koramil 08 Mandah.
Setibanya di perairan Menteban, petugas mengikat bangkai satwa menggunakan tali pada vegetasi bakau di tepian pantai. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga posisinya agar tidak kembali terbawa arus laut.
Selain mengamankan lokasi, tim teknis KKP melakukan pengukuran dimensi fisik atau morfometri satwa serta mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto melalui Kapolsek Mandah IPTU Indra Jaya mengatakan, kepolisian mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi dan menjaga keamanan di sekitar lokasi.
Viral, Seekor Gajah Terlihat Berenang di Danau Kayangan Pekanbaru
30 November 2024“Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan tim Kementerian Kelautan dan Perikanan serta unsur pemerintah, TNI dan masyarakat untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan tertib. Selanjutnya, hasil pemeriksaan dan identifikasi dari tim terkait akan menjadi dasar informasi lebih lanjut mengenai jenis serta kondisi hewan tersebut,” ujar IPTU Indra Jaya, Jumat (25/9/2026).
Indra Jaya mengimbau masyarakat pesisir agar tidak mendekati atau melakukan penanganan sendiri terhadap bangkai mamalia laut tersebut. Ia meminta warga menyerahkan seluruh proses pemeriksaan dan penelitian kepada instansi yang berwenang.
Tim KKP akan menggunakan hasil pengukuran morfometri dan pengujian sampel darah untuk memastikan spesies satwa serta memperkirakan penyebab kematiannya.
Informasi resmi mengenai jenis dan kondisi mamalia laut tersebut akan disampaikan setelah seluruh tahapan pemeriksaan dan pengujian laboratorium selesai.
Kolaborasi KKP, kepolisian, TNI, dan pemerintah setempat diharapkan dapat memastikan penanganan bangkai satwa berlangsung sesuai prosedur perlindungan ekosistem laut.
Pengamanan di perairan Menteban tetap dilakukan hingga seluruh rangkaian pemeriksaan teknis selesai.***












