Ekonomi

BULOG Perkuat Usaha Penyandang Disabilitas Yogyakarta lewat RPK

×

BULOG Perkuat Usaha Penyandang Disabilitas Yogyakarta lewat RPK

Sebarkan artikel ini
Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal saat penyaluran bantuan usaha BULOG Peduli RPK Mandiri kepada penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta, Kamis (1/10/2026)./R45/Agus.

Rakyat45.com, Yogyakarta – Sebanyak 30 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta mendapat kesempatan membangun usaha melalui program BULOG Peduli RPK Mandiri. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik menyalurkan dukungan senilai Rp150 juta atau Rp5 juta untuk masing-masing penerima sebagai modal pendirian dan pengembangan Rumah Pangan Kita (RPK).

Program tersebut tidak sekadar menghadirkan bantuan modal, tetapi membuka akses kemitraan bagi penerima manfaat untuk menjalankan usaha mikro melalui jaringan RPK BULOG. Pelaksanaannya merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum BULOG yang berkolaborasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta.

Skema bantuan dirancang dalam bentuk paket usaha. Setiap penerima memperoleh komoditas pangan BULOG berupa beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu, disertai rak pajang, spanduk RPK, identitas BULOG serta kebutuhan pendukung lainnya.

Melalui RPK, penerima manfaat dapat memasarkan produk pangan BULOG kepada masyarakat sekaligus memperoleh akses terhadap pasokan dengan harga yang kompetitif. Pola tersebut menempatkan RPK bukan hanya sebagai tempat penjualan, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi penerima manfaat untuk membangun aktivitas usaha secara mandiri.

Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal mengatakan, keberadaan RPK diharapkan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

“Harapan kita tentu saja ini memberikan manfaat secara sosial. Bukan hanya kepada yang bersangkutan, tetapi juga kepada masyarakat secara keseluruhan. Kita harapkan ada multiplier effect secara ekonomi, sehingga RPK ini juga dapat menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan yang ada di Yogyakarta,” ujar Andi.

Untuk menjaga keberlangsungan usaha, BULOG menyiapkan monitoring, pembinaan dan pendampingan setelah bantuan disalurkan. Penerima manfaat juga akan mendapatkan asistensi, akses informasi serta dukungan lain yang diperlukan dalam menjalankan kegiatan usaha.

“Bukan satu kali kita berikan modal, kemudian kita tinggalkan begitu saja. Teman-teman dari BULOG bersama pemerintah daerah akan terus memberikan asistensi, akses, informasi maupun bantuan lain yang dibutuhkan, supaya mereka bisa terus bertahan dan mengembangkan usahanya,” kata Andi.

Pendekatan tersebut sekaligus diarahkan untuk melihat perkembangan RPK dari aktivitas transaksinya. BULOG berharap unit usaha yang terbentuk dapat tumbuh secara konsisten sehingga mampu memperluas jaringan distribusi pangan hingga lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami berharap RPK-RPK ini bisa terus berkembang dan aktif melakukan transaksi. Kalau ini bisa menjadi pilot project yang bagus, saya kira dapat menjadi contoh untuk dikembangkan di banyak tempat di Indonesia, sehingga kita dapat melihat bahwa teman-teman penyandang disabilitas juga mampu berdaya dan turut membantu perekonomian masyarakat,” lanjutnya.

Pelaksanaan program mendapat dukungan sejumlah unsur Pemerintah Kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Drs. Kadri Renggono, M.Si., yang mewakili Wali Kota Yogyakarta; Plt. Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Patricia Heny Dian Anitasari, S.H., M.Hum., beserta jajaran; perwakilan DPMPTSP Kota Yogyakarta; Sekretaris Perusahaan Perum BULOG Dhana Putra Prasetya; serta Wakil Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil Yogyakarta bersama jajaran.

Secara kelembagaan, BULOG Peduli RPK Mandiri merupakan implementasi TJSL Perum BULOG pada Pilar Pembangunan Ekonomi sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Program ini juga membawa pendekatan Creating Shared Value melalui peningkatan kapasitas usaha masyarakat dan penguatan jaringan distribusi pangan.

Yogyakarta menjadi salah satu wilayah yang dinilai strategis untuk pengembangan RPK karena tingginya aktivitas ekonomi dan konsumsi pangan sebagai destinasi wisata nasional. Kehadiran unit-unit RPK baru diharapkan memperpendek akses masyarakat terhadap produk pangan sekaligus memberi ruang bagi penerima manfaat untuk mengembangkan usaha dari tingkat lingkungan.**