Banner Website
Peristiwa

Kehilangan Kendali di Jalan Sudirman: Ford Mustang Senilai Rp 2,5 Miliar Ringsek Usai Tabrak Pohon

432
×

Kehilangan Kendali di Jalan Sudirman: Ford Mustang Senilai Rp 2,5 Miliar Ringsek Usai Tabrak Pohon

Sebarkan artikel ini
Kehilangan Kendali di Jalan Sudirman: Ford Mustang Senilai Rp 2,5 Miliar Ringsek Usai Tabrak Pohon
Personel Satlantas Polresta Pekanbaru tengah mengamankan lokasi kecelakaan mobil sport di depan Hotel Batiqa, Pekanbaru, Selasa, (11/11/2025)/R45/Indra.

Pekanbaru, Rakyat45.com – Suasana dini hari di pusat Kota Pekanbaru mendadak heboh setelah sebuah mobil sport mewah Ford Mustang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 04.30 WIB.

Mobil berpelat B 2980 WBG itu melaju di jalur barat Jalan Sudirman, tepat di depan Hotel Batiqa, Kecamatan Marpoyan Damai, sebelum menghantam pohon di median jalan.

Benturan keras membuat bagian kanan mobil ringsek berat, sementara pecahan bodi dan velg berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polresta Pekanbaru, AKP Satriyo BW Wicaksana, pengemudi mobil diketahui bernama M. Rahmatullah (23), warga Kabupaten Kampar.

“Ia mengalami luka di bagian leher, dan lebam pada dada, dan segera dilarikan ke Eka Hospital Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.” ungkap AKP Satriyo BW Wicaksana.

“Pengakuannya, dia baru belajar membawa Mustang. Saat memijak pedal gas, mobil langsung melesat kencang dan sulit dikendalikan. Dalam kejadian ini hanya satu korban, yaitu pengemudi itu sendiri,” ujar Satriyo.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 30 juta. Mobil sport berharga Rp 2,5 miliar itu, mengalami kerusakan parah pada sisi kanan, menunjukkan kekuatan benturan yang cukup besar.

“Dari hasil olah TKP, kendaraan bergerak dari arah selatan menuju utara. Setibanya di depan Hotel Batiqa, pengemudi diduga kehilangan kendali, mobil naik ke median jalan, lalu menabrak pohon di tengah pembatas,” jelas Satriyo.

Dua saksi mata, Ardiansyah (42) dan Dedi (42), mengungkapkan bahwa saat kecelakaan terjadi, kondisi jalan cerah, rata, dan sepi. Kawasan tersebut merupakan ruas utama yang dikenal lurus, dan lebar jalur yang kerap memicu pengemudi untuk menambah kecepatan.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga kurangnya konsentrasi dan pengalaman mengemudi menjadi penyebab utama kecelakaan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengemudikan kendaraan berperforma tinggi tanpa pengalaman yang memadai, terutama di kawasan kota dengan lalu lintas yang tertib,” pungkas Satriyo.

Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa di balik kemewahan, dan kecepatan sebuah mobil sport, kendali, dan kehati-hatian tetap menjadi kunci utama keselamatan di jalan raya.***