Banner Website
Nasional

Soeharto Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon: Prosesnya Ketat dan Transparan

396
×

Soeharto Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon: Prosesnya Ketat dan Transparan

Sebarkan artikel ini
Soeharto Dinilai Layak Jadi Pahlawan Nasional, Fadli Zon: Prosesnya Ketat dan Transparan
Presiden RI ke 2 Suharto. (Istimewa)

Jakarta, Rakyat45.com – Nama Presiden ke-2 Republik Indonesia, H. M. Soeharto, kembali mencuat sebagai calon kuat penerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Menteri Kebudayaan Fadli Zon, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK), menegaskan bahwa Soeharto memenuhi seluruh kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.

Hal itu disampaikan Fadli usai menyerahkan daftar nama calon penerima gelar kehormatan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).

“Semua nama yang diajukan telah melalui proses kajian mendalam dan lintas disiplin oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP). Kami melibatkan banyak pihak, baik dari daerah maupun pusat, dan melaksanakan tahapan secara objektif, transparan, serta ketat,” ungkap Fadli dalam keterangan resminya.

Fadli menjelaskan bahwa pemberian gelar Pahlawan Nasional merupakan bentuk penghargaan tertinggi negara kepada individu yang memberikan jasa luar biasa bagi Indonesia. Tahun ini, GTK mengajukan 40 tokoh baru dan 9 nama tambahan dari hasil kajian lanjutan tahun sebelumnya.

Rencana pemberian gelar kepada Soeharto mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan, termasuk dari tokoh agama dan organisasi masyarakat.

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah tersebut.

“Tidak ada tokoh bangsa yang luput dari kontroversi. Semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, jasa besar Soeharto terhadap pembangunan bangsa tidak bisa diabaikan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi DDII, mediadakwah.id.

Hal senada disampaikan tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang menilai pengusulan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional adalah langkah tepat, meski terlambat.

“Selama tiga dekade memimpin, Soeharto menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam membangun Indonesia. Penghargaan ini layak diberikan,” kata Din di sela acara pembukaan Forum Perdamaian Dunia ke-9 (World Peace Forum) di Galeri Nasional, Jakarta.

Fadli Zon menuturkan bahwa nama Soeharto bukan kali pertama diajukan untuk mendapat gelar Pahlawan Nasional.

“Soeharto sudah pernah diusulkan pada tahun 2011, 2015, dan kini kembali diusulkan pada 2025. Semua proses sebelumnya telah memenuhi seluruh syarat administratif dan substansial,” jelasnya.

Dalam daftar tahun ini, nama Soeharto tercantum di antara 40 tokoh yang diusulkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf kepada Dewan GTK. Proses pengkajian, kata Fadli, dilakukan secara kolektif dengan melibatkan akademisi, sejarawan, dan pemerintah daerah.

“Kami memastikan proses ini tidak hanya formalitas, tapi benar-benar mengedepankan nilai sejarah dan kontribusi nyata terhadap bangsa,” pungkas Fadli.***