Banner Website
Daerah

Pemprov Riau Gandeng DWP untuk Perkuat Gerakan Cegah Stunting di Keluarga

100
×

Pemprov Riau Gandeng DWP untuk Perkuat Gerakan Cegah Stunting di Keluarga

Sebarkan artikel ini
Pemprov Riau Gandeng DWP untuk Perkuat Gerakan Cegah Stunting di Keluarga
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (P3AP2KB) Provinsi Riau, Fariza./R45/Med

Rakyat45.com, PekanbaruPemerintah Provinsi Riau terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan menggandeng Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai mitra strategis. Melalui peran aktif para ibu anggota DWP, pemerintah berharap pesan terkait gizi, kesehatan, dan pola pengasuhan dapat tersampaikan lebih efektif hingga ke tingkat keluarga.

Langkah ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (P3AP2KB) Provinsi Riau, Fariza, saat membuka kegiatan sosialisasi perubahan perilaku bagi organisasi DWP di Balai Pauh Janggi, Jumat (12/12).

Fariza menjelaskan, DWP menjadi wadah penting dalam mendorong perubahan perilaku yang dimulai dari rumah. Menurutnya, para ibu memiliki peran besar dalam menentukan pola asuh serta pemenuhan gizi anak, sehingga keterlibatan DWP sangat efektif dalam menyampaikan pesan pencegahan stunting.

“DWP bukan hanya pendamping ASN, tetapi penggerak sosial yang meningkatkan keterampilan dan pengetahuan anggotanya. Mereka adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan edukasi pencegahan stunting ke keluarga,” ujar Fariza.

Ia juga menekankan bahwa penguatan perilaku sehat harus dilakukan dari lingkup keluarga agar kualitas generasi Riau di masa depan semakin baik.

Dalam kesempatan itu, Fariza menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kekurangan nutrisi, tetapi juga berhubungan langsung dengan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, edukasi mengenai gizi, kesehatan reproduksi, hingga cara pengasuhan yang benar perlu terus diperluas.

“Keteladanan menjadi kunci dalam pembinaan. Semua anggota DWP harus bergerak agar penurunan stunting bukan sekadar target angka, tetapi gerakan nyata,” tambahnya.

Dinas P3AP2KB memastikan dukungan penuh bagi DWP, mulai dari penyediaan materi pembelajaran, pendampingan, hingga edukasi berkelanjutan. Pemerintah berharap, informasi yang disebarkan DWP dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi dan pola asuh dalam mencegah stunting.

Fariza optimistis bahwa penurunan angka stunting di Riau bisa dicapai sebagai bagian dari gerakan moral kolektif, bukan sekadar pemenuhan target program.

“Semua berawal dari keluarga. Dari keluarga sehat akan lahir anak sehat, dan dari anak sehat tercipta bangsa kuat,” tutupnya.***