Banner Website
Ekbis

Mahacinta Jewelry, Ketekunan Ade Mengubah Hobi Menjadi UMKM Inspiratif

21
×

Mahacinta Jewelry, Ketekunan Ade Mengubah Hobi Menjadi UMKM Inspiratif

Sebarkan artikel ini
Mahacinta Jewelry, Ketekunan Ade Mengubah Hobi Menjadi UMKM Inspiratif
UMKM Mahacinta Jewelry milik Marlian Dwi Ratih.

RAKYAT45.COM – Di atas meja kerja sederhana, kilau manik-manik kecil berhamburan memantulkan cahaya. Warna-warni butiran mungil itu tersusun rapi di dalam kotak-kotak kecil, menunggu disentuh oleh jemari Marlian Dwi Ratih, perempuan yang akrab disapa Ade. Dengan telaten, ia meronce satu demi satu manik menjadi gelang, kalung, hingga bros cantik yang kini dikenal lewat Galery Mahacinta Jewelry yang berada di Jalan Utama, Gang Budi Sentosa Nomor 107, Rejosari, Tenayan Raya, Pekanbaru..

Suasana di ruang kecil itu terasa hangat dan akrab. Sesekali terdengar bunyi manik yang saling beradu, berpadu dengan senyum Ade yang tak pernah lepas saat bercerita tentang perjalanan usahanya. Dari tempat sederhana inilah, tumbuh kisah tentang ketekunan, harapan, dan keberanian seorang perempuan yang memilih menjadikan hobinya sebagai jalan hidup.

Tak banyak yang tahu, Mahacinta Jewelry lahir dari ketertarikan sederhana terhadap gelang manik-manik yang sering ia kenakan sendiri. Rasa suka itu perlahan berubah menjadi rasa penasaran. Ade mulai belajar secara otodidak, mencoba merangkai manik demi manik dengan sabar. Berkali-kali ia mencoba, berkali-kali pula memperbaiki hasil karyanya hingga akhirnya lahir aksesoris mungil hasil tangannya sendiri.

Pada awalnya, semua itu hanya untuk dipakai pribadi. Namun tanpa disangka, perhatian mulai datang dari teman dan saudara yang melihat hasil ronceannya.

“Lucu sekali, bikin lagi, saya mau beli,” kenang Ade, mengingat kalimat sederhana yang justru menjadi titik awal lahirnya Galery Mahacinta Jewelry.

Kalimat singkat itu menjadi penyemangat yang mengubah hobi kecil menjadi usaha yang ia tekuni dengan serius. Ade mulai belajar lebih banyak tentang kualitas produk, mencoba memahami selera pelanggan, hingga perlahan membangun kepercayaan orang-orang yang membeli hasil karyanya.

Perjalanan itu tidak selalu mudah. Sebagai pelaku usaha kecil, Ade harus menjalani semuanya dengan kesabaran. Namun kerja kerasnya perlahan membuka jalan yang lebih besar. Pada 2018, sebuah telepon datang dan menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Mahacinta Jewelry.

Saat itu, seseorang dari pihak BUMN menghubunginya dan menyampaikan keinginan untuk berkunjung ke Galery Mahacinta Jewelry. Ade mengira itu hanyalah kunjungan biasa. Namun ternyata, ada tamu dari Jakarta yang ingin melihat langsung usaha kecil yang ia bangun dengan penuh ketekunan.

“Waktu itu katanya ada tamu dari Jakarta yang ingin melihat usaha saya. Eh, ternyata langsung dijadikan UMKM binaan,” tutur Ade sambil tersenyum.

Sejak menjadi bagian dari UMKM binaan, jalan Mahacinta Jewelry terasa semakin terbuka. Ade mulai mengenal pemasaran digital, branding, hingga kesempatan mengikuti berbagai bazar dan pameran UMKM. Dari satu pameran ke pameran lain, ia melihat bagaimana dunia usaha terus bergerak mengikuti perkembangan zaman.

Di tengah ramainya stan-stan UMKM dan lalu lalang pengunjung pameran, Ade juga mulai merasakan pentingnya teknologi dalam membantu usaha kecil bertahan. Kini, QRIS BRI menjadi salah satu hal yang selalu ia andalkan saat berjualan.

“Qris BRI ini sangat membantu jualan kami dalam penjualan, apa lagi saat pameran kami sangat butuh Qris, karena tidak mengembalikan receh lagi kepada konsumen,” ujar Ade kepada Rakyat45.com, Selasa (26/5/2026).

Bagi Ade, kemudahan transaksi bukan sekadar soal pembayaran digital. Di balik kode QR sederhana itu, ada kenyamanan, efisiensi, sekaligus keyakinan bahwa usaha kecil pun mampu tumbuh mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan sentuhan personalnya.

Kini, di balik setiap gelang dan bros yang tersusun cantik di Galery Mahacinta Jewelry, tersimpan cerita tentang ketelatenan seorang perempuan yang memulai semuanya dari rasa suka sederhana. Manik-manik kecil yang dulu hanya menjadi hobi, perlahan berubah menjadi simbol perjuangan dan harapan.

Dan di tangan Ade, setiap roncean bukan sekadar aksesoris. Ia adalah bukti bahwa ketekunan, sekecil apa pun langkah awalnya, bisa membawa seseorang melangkah lebih jauh dari yang pernah dibayangkan.***