Rakyat45.com, Pekanbaru – Komisi III DPRD Riau menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap direksi baru Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang telah terpilih. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan BUMD mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.
Ketua Komisi III DPRD Riau, Edi Basri, mengatakan BUMD memiliki peran strategis sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Karena itu, pimpinan perusahaan daerah harus memiliki kapasitas bisnis yang kuat agar mampu mendorong pertumbuhan usaha dan menghasilkan keuntungan bagi daerah.
Menurut Edi, sejak awal pihaknya telah mendorong agar proses seleksi direksi BUMD mengutamakan figur yang memiliki jiwa kewirausahaan dan rekam jejak yang jelas di dunia usaha.
“Makanya kita menyarankan kemarin agar yang dipilih itu adalah orang yang entrepreneurship murni, murni pengusaha, murni miliki prestasi dalam bidang usaha, supaya BUMD kita ini bisa lebih baik,” ujar Edi Basri kepada Rakyat45.com, Selasa (9/6/2026).
Ia menilai keberhasilan BUMD sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam mengelola bisnis secara profesional. Dengan kinerja yang baik, perusahaan daerah diharapkan dapat menjadi salah satu penopang utama APBD Riau.
Meski demikian, Edi mengaku belum mengetahui secara rinci latar belakang seluruh direksi yang telah lolos seleksi. Komisi III akan mendalami hal tersebut melalui kajian biodata dan hasil asesmen yang dilakukan panitia seleksi.
Selain menelaah proses seleksi, DPRD Riau juga akan memantau capaian kinerja direksi baru dalam tahun pertama masa jabatan mereka. Target yang diberikan akan menjadi indikator keberhasilan kepemimpinan di masing-masing BUMD.
“Kita akan lihat targetnya, satu tahun pertama ini kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh mereka. Apakah menyelesaikan persoalan internal atau sudah ada kinerja yang menghasilkan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi III DPRD Riau berencana memanggil jajaran direksi BUMD yang telah ditetapkan untuk mengikuti rapat dengar pendapat atau hearing.
Dalam forum tersebut, para direksi akan diminta memaparkan kembali visi dan misi yang disampaikan saat proses seleksi serta strategi yang akan dijalankan untuk meningkatkan kinerja perusahaan daerah.
“Seperti SPR, PT PER, itu kan sudah, nanti akan kita undang untuk meninjau balik visi dan misi mereka. Visi dan misi ini tidak hanya di atas kertas namun bagian dari kinerja yang harus diwujudkan kedepan,” pungkas Edi.***












