Rakyat45.com, Pekanbaru – BPBD Riau memastikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla Riau) saat ini terkendali. Hingga pertengahan Juni 2026, tidak ditemukan kasus kebakaran hutan dan lahan di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Riau M Edy Afrizal mengatakan, status nihil Karhutla tersebut merupakan hasil pemantauan yang dilakukan secara menyeluruh di berbagai daerah.
“Alhamdulillah hari ini kita di Riau tidak ada kasus Karhutla alias nihil,” ujar Edy kepada Rakyat45.com, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, beberapa waktu lalu sempat muncul titik api di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Pelalawan, Siak, dan Rokan Hilir. Namun seluruh titik api tersebut berhasil ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Meski kondisi saat ini relatif aman, BPBD Riau tetap mempertahankan kesiapsiagaan personel dan peralatan guna mengantisipasi potensi Karhutla yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Sebagai bentuk penguatan penanganan, Riau mendapat tambahan satu unit helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Armada tersebut akan mendukung operasi pemadaman udara di kawasan rawan kebakaran.
Tambahan helikopter itu menggantikan satu dari dua unit helikopter water bombing milik Riau yang saat ini diperbantukan ke Provinsi Aceh untuk membantu penanganan Karhutla di daerah tersebut.
Dengan tambahan armada tersebut, BPBD memastikan kapasitas penanganan Karhutla di Riau tetap berjalan optimal.
Tidak hanya itu, penguatan armada udara masih terus dilakukan. Dua unit helikopter water bombing tambahan saat ini tengah dalam proses mobilisasi dari Australia menuju Indonesia.
Keberadaan armada udara dinilai sangat penting dalam mempercepat upaya pemadaman, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Helikopter water bombing berfungsi menjatuhkan air langsung ke titik api sehingga kebakaran dapat dikendalikan lebih cepat sebelum meluas ke area yang lebih besar.***












