Rakyat45.com, Pekanbaru – Cuaca Riau diprakirakan kembali didominasi hujan pada Selasa (28/7/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), untuk mewaspadai potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang mulai sore hingga dini hari.
Berdasarkan pantauan Rakyat45.com, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Riau pada pagi hari didominasi udara kabur, cerah berawan hingga berawan. Sementara hujan ringan yang bersifat lokal terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu berdasarkan citra radar cuaca.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bella R. Adelia, mengatakan hujan diprakirakan meluas pada sore hingga malam hari.
“Memasuki sore hingga malam, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir. Potensi hujan masih berlanjut hingga dini hari di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kota Dumai,” ujar Bella, kepada Rakyat45.com, Selasa (28/7/2026).
BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore, malam hingga dini hari.
Selain potensi hujan, suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 55–98 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
“Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5–1,25 meter atau kategori rendah,” jelasnya.
Di sisi lain, BMKG juga memantau perkembangan titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Hingga pukul 23.00 WIB, tercatat sebanyak 188 hotspot tersebar di sejumlah provinsi. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 54 titik, disusul Jambi 28 titik, Aceh 27 titik, Sumatera Barat 22 titik, Bangka Belitung 20 titik, Lampung 19 titik, Sumatera Utara enam titik, Riau enam titik, Bengkulu lima titik, dan Kepulauan Riau satu titik.
Untuk wilayah Riau, enam hotspot terdeteksi tersebar di Kabupaten Kampar sebanyak dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, dan Kota Dumai.
Bella menegaskan, meski hujan diprakirakan turun di sejumlah wilayah, masyarakat tetap harus menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar karena risiko kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai.
“Meski hujan diprakirakan turun di sejumlah wilayah, masyarakat tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat,” kata Bella.
BMKG juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar terus memantau informasi cuaca terbaru sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu.***












