Rakyat45.com, Pekanbaru – Kenaikan harga Pertamax mulai mendapat sorotan dari DPRD Kota Pekanbaru. Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri mengingatkan pemerintah agar segera mengantisipasi dampak lanjutan yang berpotensi memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
Menurut Azwendi, bahan bakar minyak (BBM) merupakan kebutuhan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas ekonomi. Karena itu, perubahan harga BBM berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap berbagai sektor, termasuk biaya transportasi, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok.
“BBM ini kebutuhan mendasar masyarakat, mulai dari masyarakat umum, pelaku UMKM, hingga pelaku usaha. Tentu dampaknya akan sangat terasa jika terjadi kenaikan harga,” kata Azwendi, Senin (15/6/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menilai pemerintah pusat maupun pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah mitigasi untuk mengurangi beban masyarakat akibat kenaikan harga BBM non subsidi tersebut.
Ia menegaskan, stabilitas harga kebutuhan pokok harus menjadi perhatian utama karena kenaikan biaya distribusi kerap diikuti lonjakan harga barang di tingkat konsumen.
“Harapan kami ada kebijakan-kebijakan yang bisa membantu meringankan masyarakat berkaitan dengan dampak kenaikan BBM ini. Apakah nanti melalui program dukungan dari pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan kebutuhan mendasar masyarakat,” ujarnya.
Dari pantauan Rakyat45.com, DPRD Pekanbaru menilai dampak terbesar yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya laju inflasi akibat naiknya ongkos transportasi dan distribusi barang.
Azwendi mengingatkan, jika kenaikan harga Pertamax berlangsung signifikan, masyarakat akan menghadapi tekanan ekonomi ganda, yakni naiknya harga kebutuhan pokok sekaligus melemahnya kemampuan belanja.
“Saya khawatir kalau kenaikannya cukup signifikan, pertama akan menimbulkan kenaikan harga kebutuhan pokok dan kedua daya beli masyarakat menurun, sehingga ekonomi bisa terganggu,” jelasnya.
Selain berdampak pada rumah tangga, kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi keberlangsungan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.
Kepada Rakyat45.com, Senin (15/6/2026), Azwendi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap kenaikan harga BBM. Ia juga meminta pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga barang dan jasa di pasaran.
“Harapan kami tentu masyarakat Pekanbaru tetap aman dan kondusif,” sebutnya.
Ia optimistis Pemerintah Kota Pekanbaru akan mengambil langkah pengawasan dan pengendalian yang diperlukan guna menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Saya yakin pemerintah kota tetap memonitor perkembangan terkait kenaikan sektor migas, terutama BBM di Kota Pekanbaru,” tutupnya.***










