Rakyat45.com, Pringsewu – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pringsewu terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui penguatan organisasi, pelatihan kewirausahaan, dan edukasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor), Pelatihan Kewirausahaan, serta Sosialisasi Mengenali Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang digelar di Aula Utama Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini diikuti para pengurus DWP Kabupaten Pringsewu dan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, mulai dari pengembangan usaha hingga perlindungan perempuan dan anak.
Penasehat DWP Kabupaten Pringsewu, Rahayu Riyanto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi perempuan dalam pembangunan daerah.
“Mari kita senantiasa mengevaluasi dan menyusun program kerja DWP agar semakin solid dan memberikan dampak positif yang nyata, khususnya bagi ASN maupun masyarakat di sekitar kita,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Menurut Rahayu, DWP tidak hanya berfungsi sebagai wadah organisasi bagi istri Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga memiliki peran strategis dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan program-program inovatif yang memberi manfaat nyata dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pringsewu Ihsan Hendrawan, Sekretaris Dinas P3AP2KB Pringsewu Darli Yonhas, serta Ketua DWP Kabupaten Pringsewu Nismawati Andi.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menjadi narasumber pelatihan kewirausahaan. Ia memaparkan sejumlah program unggulan daerah, salah satunya pengembangan hilirisasi singkong menjadi Modified Cassava Flour (Mocaf).
Menurut Riyanto, pengembangan Mocaf memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.
“Pengolahan singkong menjadi Mocaf dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan pendekatan berbasis klaster. Program ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan industri Mocaf juga berpotensi memperkuat pelaku UMKM, mendorong diversifikasi pangan, serta menciptakan industri berbasis bahan baku lokal yang berkelanjutan.
Sementara itu, materi terkait pengenalan dan penanganan kasus KDRT disampaikan oleh Plt Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas P3AP2KB Kabupaten Pringsewu, Nela Heldayani.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga, langkah penanganan, hingga mekanisme perlindungan bagi korban.
DWP Pringsewu berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas anggota dalam bidang ekonomi keluarga sekaligus memperkuat kesadaran terhadap pentingnya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga demi terciptanya keluarga yang harmonis dan sejahtera.***












