Rakyat45.com, Air Putih – Layanan informasi pemerintahan desa memasuki babak baru di Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis. Teknologi Chatbot AI kini diterapkan pada website resmi desa sebagai bagian dari transformasi digital menuju konsep Smart Village, Selasa (29/9/2026).
Inovasi tersebut hadir melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng). Desa Air Putih dijadikan lokasi studi kasus untuk membawa pemanfaatan kecerdasan buatan lebih dekat dengan kebutuhan pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Ketua Tim PKM Wahyat mengatakan, teknologi kecerdasan buatan tidak semestinya hanya berkembang di kawasan perkotaan. Menurutnya, pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun tata kelola pemerintahan desa yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi.
“Melalui Chatbot AI ini, masyarakat Desa Air Putih dapat mengakses berbagai informasi krusial. Mulai dari layanan administratif, syarat-syarat pembuatan surat pengantar, hingga pengumuman desa, kapan saja dan di mana saja selama 24 jam penuh. Ini adalah bentuk nyata dari efisiensi pelayanan birokrasi tingkat desa,” jelas Wahyat.
Sistem tersebut dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap waktu operasional kantor desa ketika membutuhkan informasi. Website menjadi pintu akses yang memungkinkan warga memperoleh keterangan mengenai berbagai layanan administratif secara lebih fleksibel.
Implementasi teknologi itu dikerjakan melalui kolaborasi akademisi dan mahasiswa. Tim dipimpin Wahyat, didampingi Ryci Rahmatil Fiska sebagai dosen bidang teknologi dan tenaga kependidikan Syahril Rhamadan. Tiga mahasiswa, Anisa Rizqi, Alfi Maghfiro dan Malisa Putri, turut terlibat dalam pelaksanaan di lapangan.
Setelah sistem diterapkan, tim tidak langsung mengakhiri program. Aparatur Desa Air Putih mendapat pendampingan dan pelatihan agar mampu mengelola materi serta informasi yang menjadi sumber pengetahuan Chatbot.
Anisa, Alfi dan Malisa mendampingi perangkat desa menyusun serta mengelola basis data pengetahuan (knowledge base). Materi tersebut diselaraskan dengan prosedur standar pelayanan Desa Air Putih sehingga informasi yang tersedia tetap sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan layanan.
Pada sisi teknis, Ryci dan Syahril menangani arsitektur sistem dengan mengutamakan kemudahan penggunaan. Antarmuka dibuat sederhana agar dapat digunakan oleh masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Kepala Desa Air Putih Muhammad Syaifuddin menyambut baik program tersebut. Ia menilai kolaborasi bersama Polbeng memberikan alternatif baru bagi pemerintah desa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap informasi pelayanan.
“Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Air Putih sangat berterima kasih kepada Bapak Wahyat beserta seluruh dosen dan adik-adik mahasiswa. Kehadiran Chatbot AI ini adalah jawaban atas kebutuhan masyarakat kami akan akses pelayanan informasi yang cepat, mudah, dan tidak terbatas oleh waktu jam kerja kantor desa,” ujar Syaifuddin.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat dan berkembang menjadi bagian dari pola pelayanan desa.
“Harapan saya, masyarakat tidak perlu ragu atau segan memanfaatkan fasilitas digital ini. Semoga dengan kemudahan ini, warga semakin melek teknologi, dan Desa Air Putih benar-benar bisa menjadi percontohan desa cerdas (Smart Village) yang mampu beradaptasi dengan kemajuan zaman. Kami berharap sinergi dengan pihak akademisi seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” jelasnya.
Implementasi Chatbot AI sekaligus memperlihatkan ruang kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi. Bagi Desa Air Putih, langkah tersebut menjadi bagian dari proses membangun tata kelola pelayanan yang mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan layanan digital berikutnya.**












