Daerah

Naturindo Bawa Inovasi Jamu Indonesia ke Panggung Dunia Lewat JICE 2026

3
×

Naturindo Bawa Inovasi Jamu Indonesia ke Panggung Dunia Lewat JICE 2026

Sebarkan artikel ini
Prof. Djagal Waseso (tengah) bersama Manager PT Naturindo, Hery Suryana (kanan), saat menghadiri JICE 2026 di Yogyakarta. Kamis (05/11/2026)./R45/Agus

Rakyat45.com, Yogyakarta – Jamu Indonesia memiliki peluang untuk menembus pasar dunia melalui pengembangan produk berbasis riset dan inovasi. Upaya tersebut diperlihatkan Naturindo Group dengan mengambil peran sebagai sponsor utama atau Platinum Sponsor dalam The 2nd Jamu International Conference & Expo (JICE) 2026 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Kehadiran perusahaan asal Yogyakarta itu menjadi bagian dari langkah memperkenalkan perkembangan industri herbal nasional kepada komunitas internasional. Mengusung tema “Local Heritage, Global Impact”, JICE 2026 menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, pelaku industri herbal, serta pemerhati pengobatan tradisional dari berbagai negara.

Bagi Naturindo, keterlibatan dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan warisan pengetahuan pengobatan tradisional dengan perkembangan penelitian dan kebutuhan industri masa kini.

CEO Naturindo, Hery Suryana, mengungkapkan kebanggaannya karena kegiatan berskala internasional tersebut berlangsung di Yogyakarta, kota tempat perusahaan tumbuh dan berkembang.

“Jamu Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang melalui inovasi, peningkatan kualitas, dan kolaborasi. Kami berharap jamu tidak hanya menjadi kebanggaan budaya bangsa, tetapi juga mampu tumbuh sebagai kekuatan industri nasional yang memiliki daya saing di pasar internasional,” ujar Hery Suryana. kepada Rakyat45.com,ย  Kamis (5/11/2026).

Salah satu bentuk pengembangan produk yang diperkenalkan Naturindo dalam JICE 2026 terlihat melalui booth Naturindofit yang berada di samping panggung utama.

Area tersebut menjadi sarana bagi perusahaan untuk memperkenalkan berbagai produk herbal kepada pengunjung, termasuk peserta dan tamu undangan dari luar negeri.

Perhatian pengunjung turut diarahkan pada Jamu Ready to Drink, yakni produk jamu siap minum yang dikembangkan dengan cita rasa kekinian. Kehadiran produk ini menawarkan cara menikmati jamu secara lebih praktis dan sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern.

Melalui inovasi tersebut, Naturindo menunjukkan upaya menghadirkan produk herbal yang lebih mudah diterima berbagai kalangan tanpa melepaskan karakter tradisionalnya.

Selain memperkenalkan produk, Naturindo mengangkat pentingnya penelitian ilmiah sebagai landasan pengembangan industri herbal. Hal tersebut disampaikan melalui presentasi dr. Rianti Maharani, M.Si., FINEM, AIFO-K, selaku Brand Ambassador sekaligus Medical Advisor Naturindo.

Dalam materi bertajuk “From Nature to Innovation: Menghubungkan Riset, Industri, dan Kearifan Obat Bahan Alam Indonesia”, dr. Rianti memaparkan pendekatan perusahaan dalam mengembangkan kekayaan tanaman obat menjadi produk herbal bernilai tambah.

Ia menekankan empat aspek penting yang perlu berjalan beriringan, yaitu kearifan lokal, riset ilmiah, standardisasi mutu, dan inovasi produk.

“Kekayaan tanaman obat Indonesia perlu didukung penelitian dan pembuktian ilmiah agar pengembangannya menghasilkan produk berkualitas serta dapat dipertanggungjawabkan. Standardisasi juga menjadi bagian penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap produk herbal,” jelas dr. Rianti.

Kolaborasi Perguruan Tinggi Dorong Penelitian Bahan Alam

Penguatan penelitian tersebut turut diwujudkan Naturindo melalui kerja sama dengan kalangan akademisi dan perguruan tinggi.

Dalam JICE 2026, perusahaan memperkenalkan sejumlah inisiatif penelitian, antara lain kajian praklinis aktivitas antijamur pada salah satu formulasi produk herbal serta kolaborasi penelitian dan pengembangan bahan alam melalui program Kedaireka bersama perguruan tinggi.

Inisiatif tersebut diarahkan untuk menjembatani hasil penelitian dengan pengembangan formulasi, penerapan proses produksi terstandar, hingga kesiapan produk memasuki pasar.

Kolaborasi antara industri dan akademisi diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan hasil penelitian sehingga kekayaan bahan alam Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Partisipasi sebagai sponsor utama JICE 2026 juga dimanfaatkan Naturindo untuk membangun hubungan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan, penelitian, dan industri herbal.

Pertemuan tersebut membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus peluang penjajakan kerja sama yang dapat mendukung pengembangan industri jamu nasional.

Melalui keterlibatan dalam forum internasional ini, Naturindo menempatkan inovasi produk, penguatan penelitian, dan kolaborasi sebagai bagian dari langkah memperluas pengenalan jamu Indonesia.

Dari Yogyakarta, upaya tersebut menjadi salah satu jalan untuk membawa kekayaan herbal Nusantara lebih dekat ke pasar global, sekaligus memperkuat posisi jamu sebagai warisan budaya yang memiliki potensi ekonomi dan industri masa depan.**