Banner Website
Daerah

PTPN IV Regional III Resmikan Pembangkit Biogas Baru, Perkuat Energi Bersih dari Limbah Sawit di Riau

148
×

PTPN IV Regional III Resmikan Pembangkit Biogas Baru, Perkuat Energi Bersih dari Limbah Sawit di Riau

Sebarkan artikel ini
PTPN IV Regional III Resmikan Pembangkit Biogas Baru, Perkuat Energi Bersih dari Limbah Sawit di Riau
PTPN IV Regional III Perkuat Posisi Pelopor Pemanfaatan EBT Dari Limbah Sawit (ANTARA/HO-PTPN IV Regional III).(R45/MD)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Komitmen PTPN IV Regional III di bawah Subholding PalmCo untuk mengubah limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi energi terbarukan kembali menunjukkan hasil besar. Satu unit Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) baru di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Rokan, Kabupaten Rokan Hulu, resmi mulai beroperasi pada awal November 2025.

Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, menyebut pengoperasian PTBg terbaru ini menambah deretan fasilitas energi bersih yang telah dibangun perusahaan di Riau.

“Alhamdulillah, satu instalasi PTBg Co-firing di PKS Sei Rokan akhirnya beroperasi. Ini menjadi langkah lanjutan memperkuat pemanfaatan energi ramah lingkungan dari limbah sawit,” ujar Gusmar dalam keterangan resmi, Jumat (14/11/2025).

PTBg Sei Rokan berdampingan dengan salah satu PKS terbesar di Regional III yang memiliki kapasitas olah hingga 60 ton TBS per jam. Pembangkit ini mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair sawit menjadi sumber energi bagi operasional pabrik.

Dengan tambahan ini, PTPN IV Regional III kini mengoperasikan enam PTBg, dengan rincian:

  • Tiga PTBg co-firing: Sei Pagar, Lubuk Dalam, Tapung
  • Dua PLTBg penghasil listrik: Terantam dan Tandun
  • Satu PTBg baru: Sei Rokan

“Ini konsepnya energi dari sawit untuk sawit. Semua terintegrasi sehingga pabrik lebih efisien dan lebih hijau,” jelas Gusmar.

POME adalah limbah dengan kandungan organik tinggi yang menghasilkan gas metana—gas rumah kaca yang dampaknya 25 kali lebih kuat daripada CO₂. Melalui teknologi anaerobic digester, metana ditangkap dan diolah menjadi energi listrik atau penggerak mesin pabrik.

Langkah ini bukan hanya mengurangi emisi, tetapi juga mengubah limbah menjadi sumber energi berkelanjutan.

“Kami terus memperkuat inovasi ini lewat pelatihan dan pembangunan kapasitas lokal agar manfaatnya berkelanjutan,” tambahnya.

Dari seluruh PTBg yang beroperasi, PTBg Lubuk Dalam mencetak prestasi sebagai unit pertama di PalmCo yang meraih sertifikasi pengurangan emisi gas rumah kaca. Dengan sertifikat tersebut, PTPN IV kini bisa masuk ke skema perdagangan karbon, membuka peluang ekonomi hijau baru bagi sektor perkebunan.

Program ini sejalan dengan target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060, di mana sektor energi dan limbah menjadi bagian penting yang harus ditekan kontribusi emisinya.

Transformasi energi yang dilakukan PTPN IV Regional III juga menunjukkan bahwa industri sawit dapat menjadi bagian solusi, bukan sekadar objek kritik.

“Masa depan sawit bukan hanya soal produksi, tapi kemampuan industri menghadirkan energi, efisiensi, dan nilai tambah,” tutup Gusmar.***