Banner Website
Ragam

Melayu di Tengah Arus Zaman: Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Menjaga Marwah Warisan

659
×

Melayu di Tengah Arus Zaman: Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Menjaga Marwah Warisan

Sebarkan artikel ini
Teks Foto: Ketua Umum Kacip Tembaga Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi, background para pemenang dan peserta berfoto dengan panitia, dewan juri, serta tokoh masyarakat pada malam penutupan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III di Bukit Batu, Bengkalis, Senin malam (29/12/25). /R45/Indra.

Bukit Batu, Rakyat45.com – Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III Tahun 2025 tampil sebagai peristiwa kebudayaan yang berkelas, berkarakter, dan membekas dalam ingatan publik. Gagasan yang digagas Rumah Budaya Kacip Tembaga Sungai Pakning ini bukan sekadar perayaan seni, melainkan penegasan identitas budaya Melayu yang hidup, dinamis, dan dirawat dengan kesungguhan.

Perhelatan yang berlangsung selama dua hari dua malam, 27–28 Desember 2025, memusatkan aktivitasnya di dua titik strategis: Lapangan Tomong Desa Sejangat serta Halaman Anggar SMAN 1 Bukit Batu, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Ribuan masyarakat tumpah ruah, menyatu dalam atmosfer budaya yang hangat dan penuh kebanggaan.

Rumah Budaya Kacip Tembaga di bawah kepemimpinan Ketua Umum Datuk Erwin Syah Putra, S.Psi, bersama Sekretaris Datuk Supriandy, S.Pd, Bendahara Datuk Wawan Irnawan, SE, serta Datuk Timbalan Andhika, tampil solid mengemas agenda ini sebagai sebuah festival yang rapi, terukur, dan berwibawa. Dukungan jajaran Dewan Penasehat – Datuk Zalfandri Zainal alias Mat Rock, Datuk Ridho Fatwandi, Datuk Jefri Al Malay, dan Datuk Ibenk Arrekan menjadi penguat arah dan substansi kegiatan.

Sementara itu, barisan Dewan Pembina yang terdiri atas Puan Iyeth Bustami (Anggota DPR RI Dapil Riau), Febriza Luwu (Anggota DPRD Bengkalis), serta H. Muhammad Rafee (Anggota DPRD Bengkalis) memberi legitimasi moral sekaligus politik terhadap keberlanjutan festival budaya ini.

Agenda kegiatan dirancang berlapis dan berkesinambungan. Hari pertama, 27 Desember 2025, dibuka dengan cabang lomba layang sejak pagi hingga sore di Lapangan Tomong Desa Sejangat, kemudian berlanjut ke panggung utama pada malam hari.

Hari kedua, 28 Desember 2025, diisi festival Zapin Tradisional, Festival Langgam Melayu, hingga penutupan dan pembagian hadiah yang berlangsung khidmat pada malam hari.

Panggung Megah, Pembukaan Berkelas

Malam pembukaan menjadi titik kulminasi yang memukau. Panggung megah dengan tata cahaya artistik menghadirkan nuansa pertunjukan seni bertaraf nasional. Ragam atraksi budaya ditampilkan dengan komposisi yang apik, tarian Melayu, pemukulan gendang tetawak massal, hingga penampilan Woy Band sebagai bintang tamu utama. Alunan lagu-lagu nostalgia Malaysia era 1980–1990-an sukses mengikat emosi penonton, membuat ribuan pasang mata bertahan hingga acara usai.

Pembukaan resmi dilakukan Ketua Dewan Pembina Rumah Budaya Kacip Tembaga, Febriza Luwu. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Bukit Batu Acil Esyno, S.STP, M.Si, Kapolsek Bukit Batu Kompol Rohani, Kepala Desa Sejangat Rahmad Iwandi beserta Ketua TP PKK Nova Fitria, SE, Ketua Balai KB Kecamatan Bukit Batu Tri Kurnia, S.Hum, Kepala SMAN 1 Bukit Batu Lukman Hakim, M.Pd bersama majelis guru dan siswa, serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis Ustadz Risman Hambali, ME.

Deretan dewan juri turut memberikan bobot akademik dan kultural terhadap perlombaan. Untuk Zapin Tradisional hadir Datuk Fadli, Datuk Muslim Rozali, dan Puan Zuraida, sementara penilaian Langgam Melayu dipercayakan kepada Datuk Zalfandri Zainal, Datuk Ridho Fatwandi, Datuk Jefri Al Malay, dan Datuk Ibenk Arrekan, didampingi juri lomba layang.

Kehadiran tokoh adat dan organisasi kemasyarakatan semakin memperkaya suasana: perwakilan LAMR Kabupaten Bengkalis Wan Muhammad Sabri dan Ujang Effendi, Ketua IKMR Kecamatan Bukit Batu Aldasir, perwakilan IKJR Rahman, M.Pd, jajaran Taming Adat, tokoh adat Sejangat Syahrial, BPD Sejangat, Karang Taruna, FKPM Sejangat, hingga ribuan penonton yang membaur tanpa sekat.

Meneguhkan Ikon Budaya Daerah
Dalam sambutannya, Datuk Erwin Syah Putra menegaskan komitmen menjadikan Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana sebagai ikon budaya daerah yang berkelanjutan.

“Kami bertekad menjadikan agenda ini sebagai kebanggaan bersama. Selama tiga tahun berturut-turut, kegiatan ini kami laksanakan secara konsisten dengan swadaya, dukungan donatur, dan sponsor. Ini adalah kerja budaya, bukan kerja sesaat,” ujar Erwin.

Ia berharap ke depan kegiatan tersebut mendapat dukungan anggaran resmi Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Disparbudpora pada APBD 2026, dengan dukungan legislatif dari Febriza Luwu.

Dukungan tersebut disambut positif. Dalam sambutannya, Febriza Luwu menegaskan komitmen memperjuangkan keberlanjutan festival ini.

“Kegiatan ini sangat strategis untuk merawat seni budaya Melayu dan mewariskannya kepada generasi muda. Insya Allah, sepanjang regulasi memungkinkan, akan kami perjuangkan agar dapat masuk dalam APBD Bengkalis Tahun 2026,” ucapnya, disambut tepuk tangan panjang hadirin.

Pembukaan resmi ditandai pemukulan gong sebanyak tiga kali, didampingi unsur Forkopimcam, tokoh adat, serta pengurus Rumah Budaya Kacip Tembaga, kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama.

Apresiasi Mengalir dari Berbagai Pihak

Camat Bukit Batu Acil Esyno menilai pelaksanaan festival ini telah melampaui standar lokal. “Skalanya sudah setara event Provinsi Riau karena melibatkan peserta lintas kabupaten dan kota. Pemerintah Kabupaten Bengkalis tentu mendukung penuh keberlanjutannya,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Bengkalis, Risman Hambali. Ia menilai peran Rumah Budaya Kacip Tembaga semakin strategis, terlebih dengan keberadaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang aktif menggalang donasi bagi korban bencana di Sumatera.

“Kegiatan ini bukan hanya merawat budaya, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial. Kami mendukung secara moril dan materil,” tutur Risman.

Penutupan Sarat Makna

Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana Jilid III diikuti 80 peserta lomba layang, 40 peserta festival layang Kuwaw, serta 15 grup Zapin Tradisional dari Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Kota Dumai. Malam penutupan menjadi ruang refleksi sekaligus selebrasi.

Pada malam penutupan dan pembagian hadiah, apresiasi tinggi juga disampaikan Anggota DPRD Bengkalis Asep Setiawan, A.Md.

“Luar biasa Rumah Budaya Kacip Tembaga yang dipimpin sahabat kami Erwin. Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi ikhtiar nyata menjaga marwah seni dan budaya Melayu agar tetap hidup, tumbuh, dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Asep, Senin, malam, 29 Desember 2025.

Dengan suksesnya pelaksanaan tahun ketiga ini, Pekan Seni Budaya Negeri Laksamana kian mengukuhkan diri sebagai ruang temu budaya, wadah ekspresi seni, serta harapan baru bagi pelestarian budaya Melayu di Negeri Laksamana.**