Banner Website
Ekbis

The People’s Cafe Sorot Kuliner Daerah Lewat Program Ramadan Rasa Lokal

28
×

The People’s Cafe Sorot Kuliner Daerah Lewat Program Ramadan Rasa Lokal

Sebarkan artikel ini
The People’s Cafe Sorot Kuliner Daerah Lewat Program Ramadan Rasa Lokal
Makanan Khas The People’s Cafe Sorot Kuliner Daerah. (R45/Made)

Rakyat45.com, Jakarta – Ramadan 2026 menjadi momentum bagi The People’s Cafe untuk mengangkat kembali kekuatan kuliner Nusantara sebagai simbol kebersamaan. Lewat kampanye bertajuk Ramadan Rasa Lokal, jaringan restoran di bawah naungan ISMAYA Group ini menghadirkan sajian khas berbagai daerah sebagai pilihan berbuka puasa yang sarat identitas, Senin (23/2/2026).

Program yang sudah berjalan sejak 12 Februari 2026 ini menegaskan satu isu utama: di tengah derasnya tren makanan global, cita rasa lokal tetap menjadi pilihan yang paling dekat di hati masyarakat, khususnya saat momen Ramadan.

Ramadan identik dengan momen pulang, bukan hanya secara fisik, tetapi juga kembali pada rasa yang akrab sejak lama. Mengangkat semangat tersebut, The People’s Cafe menyajikan lima menu spesial yang terinspirasi dari kota-kota di Indonesia.

Hidangan utama seperti Ayam Pop Bukittinggi tampil dengan karakter lembut dan kuah khas Minang yang ringan. Ada pula Empal Gentong Cirebon dengan kuah rempah yang hangat, serta Bebek Goreng Sambal Korek bercita rasa gurih dan pedas yang sederhana namun kuat.

Untuk melengkapi momen berbuka bersama, tersedia Pempek Palembang sebagai menu berbagi, serta Pisang Goreng Srikaya Pontianak yang manis dan cocok sebagai penutup.

President Director ISMAYA Group, Cendyarani, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan kembali pengalaman makan yang lebih bermakna.

“Ramadan selalu menghadirkan momen kebersamaan yang hangat. Kami ingin menghadirkan pilihan berbuka yang terasa dekat dengan memori masyarakat Indonesia bukan sekadar makan, tetapi berbagi cerita di satu meja,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada menu, The People’s Cafe juga menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Hajatan Warlok Ramadan pada 25 dan 27 Februari 2026. Acara ini berlangsung di Makassar, Pekanbaru, Palembang, dan Padang.

Konsepnya memadukan sesi kajian Ramadan bersama ustadz daerah setempat dan buka puasa bersama dengan menu Ramadan Rasa Lokal. Sejumlah tokoh yang terlibat antara lain Ustadz Icuk Sugiarto Rifai di Makassar, Ustadz H. Asrori, MA di Pekanbaru, Ustadz Moh Berry Desfriansyah di Palembang, serta Ustadz Sandri Al Hafidz S.Pd di Padang.

Langkah ini menunjukkan pendekatan yang lebih menyentuh komunitas, sekaligus mempertegas posisi brand sebagai ruang berkumpul lintas generasi.

Menjawab kebutuhan masyarakat akan pilihan berbuka yang lebih terjangkau, The People’s Cafe menghadirkan paket bundling dengan potongan harga hingga 30 persen. Strategi ini dinilai relevan di tengah situasi daya beli yang menjadi perhatian banyak keluarga.

Pelanggan juga dapat memanfaatkan promo tambahan melalui aplikasi Ismaya+, mulai dari diskon khusus hingga sistem poin yang bisa ditukar dengan voucher atau digunakan kembali saat transaksi berikutnya.

Lewat Ramadan Rasa Lokal, The People’s Cafe memperlihatkan strategi yang berfokus pada penguatan lokalitas. Di saat banyak pelaku industri kuliner berlomba menghadirkan konsep global, mereka justru menggarisbawahi bahwa kekayaan rasa Nusantara memiliki daya tarik yang tak lekang waktu.

Ramadan tahun ini pun menjadi bukti bahwa kuliner daerah tidak hanya hidup di kampung halaman, tetapi juga mampu menjadi bintang di kota-kota besar menyatukan keluarga, sahabat, dan komunitas dalam suasana berbuka yang lebih hangat dan bermakna.