Banner Website
Ragam

Ramadhan 1447 H: Laboratorium Pendidikan MTs YPPI Bengkalis Bentuk Generasi Berkarakter

149
×

Ramadhan 1447 H: Laboratorium Pendidikan MTs YPPI Bengkalis Bentuk Generasi Berkarakter

Sebarkan artikel ini
Suasana pembinaan Ramadhan 1447 Hijriah di MTs YPPI Bengkalis, para siswa bersama guru mengikuti tadarus dan pembacaan Al-Matsurat dan Tadarus Al-Qur’an usai sholat Dhuha berjamaah sebagai bagian dari program penguatan iman, ilmu, dan karakter, Selasa (24/2/2026)./R45/Indra.

Rakyat45.com, Bengkalis – Ramadhan 1447 Hijriah membuka lembaran baru dalam arah pendidikan di MTs YPPI Bengkalis. Bulan suci tidak lagi dimaknai sekadar sebagai tradisi tahunan yang bersifat seremonial, melainkan dijadikan momentum strategis untuk menguatkan karakter, memperdalam keimanan, dan menegaskan jati diri religius para peserta didik.

Suasana madrasah pun bergerak ke arah yang lebih reflektif, dan sarat nilai. Setiap agenda pembelajaran dirancang bukan hanya untuk mengejar target akademik, tetapi juga menanamkan kesadaran spiritual yang tumbuh dari kebiasaan ibadah. Ramadhan diposisikan sebagai ruang pembentukan jiwa, tempat ilmu dan akhlak dirajut dalam satu visi besar pendidikan.

Kebijakan tersebut lahir dari kesepakatan kolektif dewan guru yang secara khusus menyusun desain pembelajaran selama bulan suci. Selama sebulan penuh, orientasi pendidikan diperkuat pada pengamalan nilai-nilai Islami tanpa mengesampingkan substansi kurikulum. Spiritualitas ditempatkan sebagai poros utama, sehingga setiap proses belajar mengajar tidak sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kedewasaan iman.

Melalui langkah ini, MTs YPPI Bengkalis menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang utuh, cerdas secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan matang dalam akhlak.

Ramadhan pun menjadi panggung transformasi bagi lahirnya generasi berintegritas, dan berdaya saing, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai keislaman.

Kepala MTs YPPI Bengkalis, Jumillia, S.Pd, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan ruang pembinaan yang tidak boleh dilewatkan tanpa makna.

“Momentum ini sangat berharga untuk menanamkan kebiasaan baik. Kami ingin peserta didik tidak hanya memahami ajaran Islam secara konseptual, tetapi juga mampu mengamalkannya dengan disiplin dan kesadaran penuh,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan yang hakiki adalah ketika ilmu berjalan beriringan dengan adab, dan ibadah tumbuh menjadi karakter. Program pembinaan pun disusun terarah. Setiap Senin diawali dengan sholat Dhuha berjamaah, dilanjutkan pembacaan Al-Matsurat dan tadarus Al-Qur’an.

“Bagi siswa yang masih pada tahap dasar, pembelajaran Iqro tetap menjadi prioritas agar kemampuan membaca Al-Qur’an berkembang secara kokoh dan merata,” tegas Jumillia. Selasa, 24 Febuari 2026, kepada Rakyat45.com.

Agenda Selasa difokuskan pada penguatan praktik ibadah. Seusai Dhuha dan Al-Matsurat, siswa menyetorkan hafalan serta mempraktikkan materi Bab Sholat, mulai dari niat berwudhu, doa setelah berwudhu, hingga niat sholat lima waktu dari Zuhur sampai Subuh. Bacaan doa iftitah, doa Dhuha, serta tasyahud awal dan akhir turut diuji secara langsung, sehingga pemahaman fikih tidak berhenti pada tataran teori, melainkan menjadi kebiasaan yang hidup dalam keseharian.

“Setiap Rabu, pembelajaran diisi dengan kultum Ramadhan yang disampaikan guru agama. dengan mengusung tema “Akhlak, kesabaran, kejujuran, serta pengendalian diri dibahas secara kontekstual”, agar nilai-nilai keimanan relevan dengan kehidupan remaja masa kini,” jelasnya.

Kamis dimanfaatkan sebagai ruang aktualisasi diri melalui muhadarah siswa. Dengan mengangkat tema keutamaan dan hikmah Ramadhan, para peserta didik dilatih menyampaikan gagasan di hadapan publik guna membangun keberanian dan rasa percaya diri.

Rangkaian kegiatan Jumat ditutup dengan Yasinan bersama setelah sholat Dhuha dan Al-Matsurat. Lantunan Surah Yasin yang dibaca serempak menghadirkan suasana khidmat serta mempererat kebersamaan guru dan siswa dalam ikatan spiritual.

Tak berhenti pada agenda rutin, madrasah juga merancang pelaksanaan sholat taubat dan sholat tasbih berjamaah sebagai program khusus Ramadhan. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan budaya muhasabah dan kesadaran memperbaiki diri di bulan penuh ampunan.

“Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur dan sarat makna ini, kami ingin melahirkan generasi yang berilmu dan berintegritas. Ramadhan menjadi fondasi transformasi untuk membentuk insan muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, beriman kokoh, dan berakhlak mulia,” pungkas Jumillia.**