Banner Website
Ekbis

Pertamina Gencarkan Hemat Energi di Tengah Ancaman Krisis Global, Dorong Perubahan Gaya Hidup

51
×

Pertamina Gencarkan Hemat Energi di Tengah Ancaman Krisis Global, Dorong Perubahan Gaya Hidup

Sebarkan artikel ini
Pertamina Gencarkan Hemat Energi di Tengah Ancaman Krisis Global, Dorong Perubahan Gaya Hidup
Ilustrasi: SPBU Milik Pertamina. (Taktiknews/Free)

Rakyat45.com, Jakarta – Di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global yang berdampak pada sektor energi, PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam mendorong budaya hemat energi, baik di lingkungan internal perusahaan maupun kepada masyarakat luas.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda keberlanjutan.

Kebijakan penghematan energi kini tidak lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi budaya kerja yang diterapkan secara nyata dalam operasional perusahaan.

Hal ini disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, yang menegaskan bahwa efisiensi energi merupakan bagian penting dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Menurutnya, situasi geopolitik dunia yang tidak menentu—terutama di kawasan penghasil energi menuntut seluruh pihak untuk lebih bijak dalam menggunakan sumber daya energi.

Upaya penghematan ini juga selaras dengan arahan pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah potensi gangguan distribusi global.

“Penghematan energi harus menjadi gerakan bersama. Ini penting untuk mendukung keberlanjutan energi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang,” ujar Baron dalam keterangan resminya.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Pertamina adalah mendorong pekerjanya untuk beralih ke transportasi publik.

Untuk mendukung hal tersebut, perusahaan menyediakan fasilitas shuttle bus yang menghubungkan kantor dengan berbagai titik transportasi umum seperti stasiun dan halte bus.

Fasilitas ini mempermudah akses pekerja terhadap moda transportasi massal seperti kereta komuter.

Program ini tidak hanya diterapkan di Jakarta, tetapi juga diperluas ke berbagai wilayah operasional Pertamina di daerah. Di sejumlah lokasi, layanan transportasi bersama disediakan menuju kawasan perumahan maupun titik kumpul strategis, sehingga mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Selain itu, untuk aktivitas pekerjaan di dalam kota, pekerja didorong menggunakan kendaraan operasional secara bersama-sama.

Langkah ini dinilai efektif dalam menekan konsumsi bahan bakar sekaligus mengurangi emisi karbon.

Tak hanya fokus pada mobilitas, Pertamina juga mengintegrasikan gaya hidup sehat sebagai bagian dari budaya hemat energi.

Melalui program “Sehat Bugar dan Senang” (SEBUSE), pekerja diajak untuk lebih aktif bergerak, seperti berjalan kaki dari kantor menuju halte atau stasiun, serta mengadopsi kebiasaan bersepeda ke tempat kerja atau Bike to Work.

Program ini dinilai memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kebugaran tubuh sekaligus mengurangi konsumsi energi berbasis fosil.

“Budaya ini sudah mulai terbentuk di internal perusahaan dan terus kami dorong agar menjadi kebiasaan jangka panjang,” tambah Baron.

Lebih jauh, Pertamina juga memperluas dampak program hemat energi ke masyarakat. Salah satu inisiatif yang tengah berjalan adalah program Mudik Bersama dan Balik Bersama, yang mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum selama periode arus mudik dan arus balik.

Pada tahun ini, Pertamina menyediakan armada bus tambahan untuk mendukung arus balik ke Jakarta dari sejumlah kota besar.

Program ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan.

Di lingkungan kantor, efisiensi energi juga menjadi perhatian utama. Pekerja didorong untuk mematikan perangkat listrik yang tidak digunakan, termasuk lampu dan peralatan elektronik lainnya.

Selain itu, desain gedung perkantoran yang mengoptimalkan pencahayaan alami turut membantu menekan penggunaan listrik pada siang hari.

Di sisi operasional, Pertamina mulai mengadopsi energi terbarukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), fasilitas operasional, dan gedung perkantoran.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Tak berhenti di situ, Pertamina juga активно mengembangkan program energi berbasis masyarakat melalui inisiatif Desa Energi Berdikari.

Program ini telah tersebar di ratusan titik di seluruh Indonesia dan memungkinkan masyarakat memanfaatkan sumber energi terbarukan secara mandiri, seperti tenaga surya dan biogas.

Selain itu, pengembangan jaringan gas rumah tangga juga terus diperluas sebagai alternatif energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar konvensional.

Upaya ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 yang dicanangkan pemerintah.

Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina berperan penting dalam mendorong transisi energi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis.

Seluruh langkah tersebut juga merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) yang kini menjadi standar global dalam pengelolaan perusahaan.

Melalui pendekatan ini, Pertamina tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan.

Di tengah ancaman krisis energi global, langkah Pertamina ini menjadi sinyal penting bahwa efisiensi dan diversifikasi energi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Perubahan perilaku, baik di tingkat perusahaan maupun masyarakat, menjadi kunci dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dengan mendorong budaya hemat energi secara konsisten, Pertamina berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga keberlanjutan energi.

Jika dilakukan bersama, langkah kecil ini diyakini mampu memberikan dampak besar bagi masa depan energi Indonesia.***