Rakyat45.com, Pekanbaru – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali digaungkan melalui peringatan Earth Hour yang digelar di ARYADUTA Pekanbaru.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum penting untuk menegaskan kepedulian terhadap kondisi bumi yang semakin rentan akibat perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya.
Dalam sambutannya, Operational Manager ARYADUTA Pekanbaru, G.A Rivelino Said, menekankan bahwa Earth Hour bukan sekadar aksi simbolik memadamkan lampu selama 60 menit.
Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bentuk refleksi bersama akan tanggung jawab manusia dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Earth Hour adalah pengingat bagi kita semua bahwa langkah kecil yang dilakukan secara kolektif dapat memberikan dampak besar bagi bumi.
Ini bukan hanya tentang satu jam tanpa cahaya, tetapi tentang kesadaran yang harus terus kita jaga setiap hari,” ujar Rivelino kepada Rakyat45.com.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh makna tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari tamu hotel, komunitas pecinta lingkungan, hingga masyarakat umum.
Mereka bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan, termasuk momen utama berupa pemadaman lampu sebagai simbol kepedulian terhadap penghematan energi.
Isu utama yang diangkat dalam kegiatan ini adalah pentingnya perubahan perilaku dalam menghadapi krisis lingkungan global.
Penggunaan energi yang berlebihan, limbah yang tidak terkelola dengan baik, serta minimnya kesadaran akan gaya hidup ramah lingkungan menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
ARYADUTA Pekanbaru sendiri menegaskan bahwa partisipasi dalam Earth Hour merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung praktik berkelanjutan.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh manajemen hotel, mulai dari penerapan efisiensi energi, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, hingga program-program internal yang mendukung pelestarian lingkungan.
“Kami tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Komitmen kami adalah menghadirkan perubahan nyata melalui langkah-langkah konkret dalam operasional sehari-hari,” lanjut Rivelino.
Momentum Earth Hour juga dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal sederhana seperti mematikan lampu saat tidak digunakan, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, hingga memilah sampah dinilai sebagai langkah awal yang bisa dilakukan oleh siapa saja.
Dalam suasana yang khidmat, para peserta turut merasakan pengalaman berbeda saat lampu dipadamkan.
Tanpa cahaya listrik, suasana menjadi lebih tenang dan reflektif, memberikan ruang bagi setiap individu untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari hal yang rumit.
Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten memiliki potensi besar dalam menciptakan dampak positif jangka panjang.
Peringatan Earth Hour tahun ini di Pekanbaru membawa pesan yang semakin kuat: krisis lingkungan bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang harus segera direspons.
Keterlibatan sektor swasta seperti hotel dalam kampanye ini menunjukkan bahwa tanggung jawab menjaga bumi bukan hanya milik pemerintah atau aktivis, tetapi semua pihak.
Dengan semangat kolaborasi, diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk beralih ke gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Menutup rangkaian acara, Rivelino mengajak seluruh hadirin untuk tidak berhenti pada peringatan semata, tetapi menjadikan Earth Hour sebagai titik awal perubahan nyata.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa masa depan bumi ada di tangan kita. Perubahan dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari,” tutupnya.
Melalui peringatan ini, ARYADUTA Pekanbaru berharap dapat terus menjadi bagian dari gerakan global dalam menjaga bumi, sekaligus mendorong lebih banyak pihak untuk turut ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan.***












