Rakyat45.com, Kulon Progo – Gelombang arus balik Lebaran 2026 mencapai puncaknya dengan intensitas yang tak terbendung. Di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo, ribuan penumpang memadati terminal sejak pagi, menandai fase akhir perpindahan besar masyarakat kembali ke pusat-pusat aktivitas.
Pada Minggu (29/3/2026), tercatat sebanyak 17.076 penumpang tiba melalui 52 penerbangan. Sementara itu, 7.920 penumpang diberangkatkan dengan 53 penerbangan; mencerminkan tingginya mobilitas udara di penghujung masa libur panjang ini.
Aktivitas bandara berlangsung padat sepanjang hari, namun tetap terkendali berkat kesiapsiagaan penuh dari pengelola. Seluruh personel dikerahkan untuk menjaga kelancaran arus penumpang di tengah lonjakan yang signifikan.
Manager Humas Bandara YIA, Anita, menyampaikan bahwa kepadatan arus balik tahun ini terasa lebih tinggi dibandingkan sebelum Lebaran. Menurutnya, masyarakat kini semakin mengandalkan transportasi udara untuk kembali ke kota asal maupun tempat bekerja.
“Menjelang akhir masa libur arus balik, lonjakan penumpang sangat terasa; masyarakat cenderung memilih pesawat sebagai moda transportasi utama. Rute domestik seperti Jakarta, Kalimantan, dan Bandung masih mendominasi, disertai penerbangan internasional menuju Singapura,” ujarnya.
Ia menambahkan, jalur penerbangan dari dan menuju Jakarta, Kalimantan, serta Singapura menjadi yang paling padat sepanjang periode mudik dan arus balik tahun ini.
Di tengah tingginya pergerakan tersebut, pihak bandara tetap menempatkan keamanan dan pelayanan sebagai prioritas utama. Penumpang diimbau untuk mempersiapkan dokumen perjalanan secara lengkap serta tiba lebih awal guna menghindari kendala saat proses pemeriksaan.
“Keamanan tetap kami utamakan; kami mengingatkan penumpang agar memastikan kelengkapan dokumen perjalanan dan hadir minimal satu jam sebelum jadwal keberangkatan,” kata Anita.
Hingga sore hari, arus balik di YIA masih terpantau ramai namun berlangsung tertib. Sinergi antara pengelola bandara, maskapai, dan aparat keamanan menjadi kunci menjaga stabilitas layanan di tengah puncak pergerakan akhir arus balik bulan ini.**












