Banner Website
Daerah

Mega Proyek Rp40,7 Miliar Polbeng dan Transparansi yang Tersembunyi di Balik Pagar Seng

97
×

Mega Proyek Rp40,7 Miliar Polbeng dan Transparansi yang Tersembunyi di Balik Pagar Seng

Sebarkan artikel ini
Mega Proyek Rp40,7 Miliar Polbeng dan Transparansi
Papan informasi proyek pembangunan Laboratorium dan Bengkel Terpadu Politeknik Negeri Bengkalis terpasang di balik pagar seng di lokasi pekerjaan, Bengkalis, Jumat (17/4/2026)./R45/Indra.

Rakyat45.com, Bengkalis – Pembangunan infrastruktur pendidikan vokasi sejatinya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah. Namun, proyek Laboratorium dan Bengkel Terpadu milik Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kini menjadi sorotan publik.

Dengan nilai kontrak mencapai Rp40,7 miliar, proyek ini dinilai masih menyisakan pertanyaan terkait keterbukaan informasi publik, khususnya dalam hal akses terhadap informasi dasar proyek di lapangan.

Pantauan media ini pada Jumat (17/4/2026) menunjukkan papan informasi proyek memang telah tersedia. Namun, letaknya berada di dalam area berpagar, dan posisi yang secara praktis membatasi visibilitas bagi masyarakat umum.

Kondisi tersebut membuat informasi yang seharusnya terbuka justru kurang optimal dalam hal keterjangkauan publik.

Ketua LSM Gerak Riau, Emos Gea, menilai kondisi tersebut mencerminkan transparansi yang belum berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa penggunaan anggaran negara menuntut keterbukaan yang nyata, bukan sekadar formalitas.

“Ini uang negara, masyarakat berhak tahu. Jangan sampai papan proyek hanya menjadi simbol yang tersembunyi, sehingga publik tidak mengetahui besaran anggaran pekerjaan tersebut,” ujarnya.

Proyek ini dibiayai melalui APBN-SBSN Tahun Anggaran 2026, dana publik yang secara prinsip harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Ketika akses terhadap informasi dasar saja terbatas, pertanyaan mengenai tata kelola menjadi tak terhindarkan.

Secara teknis, pekerjaan dilaksanakan oleh PT. Bintang Milenium Perkasa KSO bersama PT. Lira Permata Cibubur dengan durasi 270 hari kalender. Pengawasan dilakukan oleh konsultan manajemen konstruksi PT. Buana Rekayasa Adhigana KSO dan CV. Citratama Arsitek. Struktur ini menunjukkan sistem kerja profesional; namun keterbukaan di lapangan masih menyisakan celah.

Emos menegaskan, persoalan ini bukan sekadar soal posisi papan proyek, melainkan menyentuh kepercayaan publik terhadap penggunaan anggaran negara.

Sementara itu, Agus, salah seorang warga yang melintas, berharap pelaksana tidak hanya berfokus pada kualitas fisik dan keselamatan kerja, tetapi juga memastikan informasi proyek benar-benar dapat diakses masyarakat. Menurutnya, penempatan papan informasi di lokasi yang mudah terlihat merupakan langkah sederhana namun krusial.

“Pada akhirnya, proyek bernilai miliaran rupiah akan dinilai bukan hanya dari bangunan yang berdiri, tetapi juga dari sejauh mana transparansi dijalankan. Sebab dalam setiap rupiah anggaran negara, ada hak publik yang tidak seharusnya tersembunyi di balik pagar,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Politeknik Negeri Bengkalis memberikan tanggapan singkat. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis, Ir. Johny Custer, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan memindahkan papan informasi ke lokasi yang lebih mudah diakses masyarakat.***