Banner Website
Politik

Distribusi Bantuan Pangan Bulog Baru 23,46 Persen, DPR Soroti Lonjakan Harga Beras dan Minyak

35
×

Distribusi Bantuan Pangan Bulog Baru 23,46 Persen, DPR Soroti Lonjakan Harga Beras dan Minyak

Sebarkan artikel ini
Distribusi Bantuan Pangan Bulog Baru 23,46 Persen
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman. (RAKYAT45.COM/DPR RI)

Rakyat45.com, Jakarta – Bantuan pangan Bulog periode Februari-Maret 2026 yang belum tuntas disalurkan menjadi sorotan DPR RI. Hingga akhir April, realisasi distribusi program untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) itu baru mencapai 23,46 persen dari total alokasi nasional.

Program bantuan tersebut mencakup 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng yang ditujukan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Rendahnya realisasi distribusi dinilai berpotensi memicu tekanan harga bahan pokok di pasar.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menilai capaian distribusi yang masih jauh dari target harus menjadi perhatian serius pemerintah. Menurutnya, bantuan pangan seharusnya mampu meredam gejolak harga di sejumlah daerah.

“Seharusnya, daerah yang mengalami kenaikan harga ini tak bertambah signifikan, jika Banpang mampu menuntaskan beban tugasnya,” kata Alex dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan Alex merespons paparan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, terkait potensi kenaikan harga dua komoditas utama pada pekan keempat April 2026. Data BPS menunjukkan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga terus bertambah dibanding pekan sebelumnya.

Alex juga menyoroti kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng di 224 kabupaten/kota pada pekan keempat April 2026. Angka tersebut meningkat dari 207 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya.

Ia menilai alasan kenaikan harga plastik kemasan akibat krisis global tidak bisa dijadikan pembenaran atas lambatnya distribusi bantuan pangan.

“Harga plastik baru melonjak dalam beberapa pekan terakhir April, sementara distribusi bantuan untuk Februari dan Maret seharusnya sudah dipersiapkan sejak jauh hari,” tegasnya.

Secara nasional, harga minyak goreng tercatat naik 1,50 persen dari Rp19.358 menjadi Rp19.648 per liter pada pekan keempat April 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada minyak goreng curah sebesar 3,24 persen, sementara minyak premium naik 1,68 persen dan MinyaKita relatif stabil.

Selain minyak goreng, harga gula pasir juga naik 1,50 persen menjadi Rp18.765 per kilogram. Sebanyak 185 kabupaten/kota tercatat mengalami peningkatan harga komoditas tersebut.

Tekanan harga juga terjadi pada komoditas beras. BPS mencatat kenaikan IPH beras di 109 kabupaten/kota, meningkat dibanding 72 wilayah pada Januari. Harga beras medium naik 0,47 persen, sementara beras premium naik 0,34 persen secara nasional.

Menyikapi kondisi itu, Alex mendesak pemerintah segera mengambil langkah cepat agar kenaikan harga pangan tidak semakin membebani masyarakat.

“Naiknya harga beras, minyak goreng, dan gula harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera berbenah dan lebih cermat membaca kondisi riil di lapangan,” pungkasnya.***