Banner Website
Daerah

15 Dalang Pentaskan “Mahasaka” di HUT ke-110 Kabupaten Sleman

45
×

15 Dalang Pentaskan “Mahasaka” di HUT ke-110 Kabupaten Sleman

Sebarkan artikel ini
Bupati Sleman Harda Kiswaya membuka pagelaran wayang kulit kolosal “Mahasaka” yang melibatkan 15 dalang dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, Jumat (15/5)./R45/Agus.

Rakyat45.com, Sleman – Malam peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman berubah menjadi panggung budaya yang megah ketika belasan dalang wayang kulit tampil dalam satu pertunjukan kolosal bertajuk “Mahasaka”, Jumat (15/5) malam.

Pagelaran yang digelar Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman itu menghadirkan perpaduan tradisi, refleksi sosial, dan semangat pelestarian budaya Jawa dalam satu panggung besar.

Berlokasi di kawasan Parkir Utara Lapangan Denggung, Tridadi, Sleman, pertunjukan dimulai pukul 20.00 WIB dan dibuka secara simbolis oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sleman.

Pagelaran tahun ini tampil berbeda dari perayaan sebelumnya. Bukan hanya menghadirkan satu dalang utama, pertunjukan “Mahasaka” justru mempertemukan 15 dalang dalam satu kolaborasi besar yang menyuguhkan pertunjukan wayang kulit dengan nuansa spektakuler dan sarat pesan moral.

Melalui lakon yang dibawakan, para dalang tidak hanya menghadirkan hiburan tradisional, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai luhur kehidupan serta berbagai isu kekinian yang dekat dengan masyarakat.

Adapun para dalang yang terlibat dalam pagelaran tersebut yakni Ki Edi Suwondo, Ki Gunawan, Ki Sancoko, Ki Agus Hadi Sugito, Ki Eko Purnomo, Ki Sri Hartanto, Ki Risang Aji, Ki Bagus Pranantyo, Ki Bayu Probo, Ki Dicky Yoga Mahendra, Ki Dhamar Asmoro, Ki Wahyu Wicaksono, Ki Rendy Ratnanto, Ki Wahyu Pradana, dan Ki Zaky Kaditama.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pagelaran budaya tersebut. Menurutnya, wayang kulit bukan sekadar tontonan, melainkan ruang refleksi yang memiliki makna penting bagi pembangunan karakter dan identitas daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman, saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada semua pihak yang turut menyukseskan pagelaran wayang kulit malam ini. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen kita dalam melestarikan dan mempromosikan budaya yang kita miliki,” ujar Harda.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus mendukung para pelaku seni dan budaya agar warisan budaya daerah tetap hidup dan tidak tergerus perkembangan zaman.

Pagelaran “Mahasaka” pun menjadi penanda bahwa tradisi bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga bagian penting dari wajah masa depan Sleman yang terus menjaga akar budayanya di tengah arus modernitas.**