Banner Website
Nasional

Bareskrim dan PLN Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase

43
×

Bareskrim dan PLN Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase

Sebarkan artikel ini
Bareskrim dan PLN Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase
Bareskrim Polri dan PLN memastikan blackout Sumatera dipicu cuaca ekstrem dan gangguan teknis, bukan sabotase, Minggu, 24 Mei 2026. (R45/RLS)

Rakyat45.com, Jakarta – Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sejumlah wilayah Sumatera murni disebabkan faktor teknis dan cuaca ekstrem. Hasil investigasi awal juga menegaskan tidak ditemukan unsur sabotase maupun tindakan kesengajaan dalam insiden tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan konferensi pers dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait gangguan kelistrikan yang terjadi sejak Jumat, 22 Mei 2026.

Tim gabungan dari Bareskrim Polri dan PLN diketahui telah melakukan investigasi langsung di lokasi gangguan jaringan transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Nunung Syaifudin, menjelaskan investigasi dilakukan oleh Ditpidter, Ditpidum, Puslabfor Bareskrim, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta tim teknis PLN pada Minggu, 24 Mei 2026.

“Hasil identifikasi awal diketahui bahwa gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai pada Jumat pukul 18.44 WIB diduga kuat dipicu faktor cuaca buruk. Hal ini mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” ujar Irjen Pol Nunung, Senin (25/5/2026).

Gangguan pada sistem transmisi tersebut memicu ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik secara mendadak. Akibatnya, sejumlah pembangkit listrik mengalami trip atau terputus secara berantai sehingga menyebabkan blackout di sejumlah wilayah Sumatera.

Pemadaman massal dilaporkan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga sebagian Sumatera Selatan.

Berdasarkan hasil identifikasi sementara, dugaan penyebab putusnya kabel transmisi mengarah pada faktor mekanis akibat gesekan dan sapuan angin kencang, sambungan kabel yang longgar atau hotspot, serta tarikan kabel akibat cuaca ekstrem.

Saat ini, potongan kabel transmisi yang mengalami gangguan telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan mendalam di Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Sementara itu, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, memastikan proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatera telah selesai sepenuhnya.

Menurut Edwin, pemulihan dilakukan secara bertahap menggunakan mekanisme black start hingga seluruh pembangkit besar kembali masuk ke sistem operasional dengan kondisi aman dan stabil.***