Banner Website
Peristiwa

Karhutla Riau Meluas, Manggala Agni Fokus Padamkan Api di Siak, Rohil dan Pelalawan

42
×

Karhutla Riau Meluas, Manggala Agni Fokus Padamkan Api di Siak, Rohil dan Pelalawan

Sebarkan artikel ini
Karhutla Riau Meluas, Manggala Agni Fokus Padamkan Api di Siak, Rohil dan Pelalawan
Manggala Agni masih berjibaku memadamkan karhutla di Siak, Rohil dan Pelalawan. Kebakaran gambut hingga asap tebal jadi tantangan utama. R45/Y

Rakyat45.com, Pekanbaru – Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau masih berlangsung intensif. Tim Manggala Agni menghadapi beragam tantangan di lapangan, mulai dari kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan hingga area terbakar yang cukup luas dan terus mengeluarkan asap tebal.

Hingga Sabtu (30/5/2026) pagi, personel Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan di tiga titik utama, yakni Kecamatan Kandis di Kabupaten Siak, Kecamatan Pasir Limau Kapas di Kabupaten Rokan Hilir, serta wilayah Sokoi di Kabupaten Pelalawan.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan setiap lokasi memiliki karakteristik kebakaran yang berbeda sehingga membutuhkan strategi penanganan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Setiap lokasi memiliki kondisi lapangan yang berbeda. Di Kandis kami menghadapi kebakaran gambut yang masih aktif meski sudah turun hujan, di Pasir Limau Kapas fokus kami memastikan ketersediaan air untuk pemadaman, sementara di Sokoi tantangannya adalah luasan area terbakar yang cukup besar dengan asap tebal yang masih terpantau,” ujar Ferdian.

Di Kandis, kebakaran lahan gambut menjadi tantangan utama. Meski hujan sempat mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir, hasil pemantauan atau size up pada Sabtu pagi masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap.

Menurut Ferdian, kondisi itu mengindikasikan bara api masih bertahan di bawah permukaan gambut sehingga proses pendinginan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah kebakaran kembali membesar.

“Hasil size up pagi ini menunjukkan kondisi masih berasap. Karena karakteristik gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan, tim terus melakukan penyekatan sisi timur dan mopping up agar kebakaran tidak terus masuk semakin dalam,” katanya.

Sementara itu di Pasir Limau Kapas, operasi pemadaman lebih difokuskan pada menjaga ketersediaan sumber air. Dukungan alat berat dimanfaatkan untuk membuat embung dan membersihkan saluran air guna memastikan pasokan air tetap tersedia selama proses pemadaman berlangsung.

“Alat berat yang berada di lokasi membantu menyediakan embung air dan membersihkan parit sehingga suplai air untuk kegiatan pemadaman tetap tersedia. Ini sangat penting karena keberhasilan operasi di lapangan sangat bergantung pada kecukupan sumber air,” jelas Ferdian.

Adapun di Sokoi, Pelalawan, kondisi kebakaran dinilai paling menantang. Tim Manggala Agni Daops Rengat yang tiba pada dini hari langsung diterjunkan untuk memperkuat operasi di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan udara menggunakan drone, area yang terbakar terindikasi cukup luas dan masih mengeluarkan asap tebal. Tim pemadam pun dibagi untuk mengendalikan titik api utama sekaligus mencegah penyebaran ke area lain.

“Keputusan memfokuskan personel ke Sokoi merupakan langkah yang tepat. Hasil drone pagi ini memperlihatkan kondisi kebakaran yang cukup luas dan masih dalam proses estimasi. Asap tebal juga masih terlihat sehingga dua tim kami bagi untuk memukul kepala api dan sayap api agar penyebaran dapat segera dikendalikan,” ungkapnya.

Ferdian menegaskan seluruh personel bersama unsur terkait terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk menekan laju karhutla sekaligus mencegah meluasnya dampak kebakaran.

“Kami terus melakukan evaluasi dan penyesuaian strategi sesuai kondisi di lapangan. Dukungan semua pihak sangat diperlukan agar penanganan karhutla dapat berjalan optimal dan kebakaran tidak berkembang lebih luas,” tutupnya.

Hingga Sabtu pagi, proses pemadaman, pendinginan, dan pemantauan udara masih terus dilakukan di ketiga wilayah tersebut guna memastikan api benar-benar terkendali.***

Tag:
karhutla riau, manggala agni, kebakaran lahan gambut, pelalawan, siak rohil