Banner Website
Daerah

BNPB Tambah Helikopter Water Bombing, Kekuatan Pemadaman Karhutla Riau Diperkuat

27
×

BNPB Tambah Helikopter Water Bombing, Kekuatan Pemadaman Karhutla Riau Diperkuat

Sebarkan artikel ini
BNPB Kirim Helikopter Water Bombing Tambahan untuk Riau
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim satu unit helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman udara di sejumlah wilayah rawan kebakaran. (R45/Y)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim satu unit helikopter water bombing untuk mendukung operasi pemadaman udara di sejumlah wilayah rawan kebakaran.

Helikopter tambahan tersebut tiba di Pekanbaru pada Kamis (4/6/2026) setelah diterbangkan dari Subang, Malaysia. Armada yang didatangkan merupakan helikopter tipe Sikorsky S-61A dengan nomor registrasi N5193Y.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Ghafur, mengatakan penambahan armada ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla yang mulai meningkat memasuki musim kemarau.

“Dari pemerintah pusat melalui BNPB telah datang satu unit helikopter water bombing tambahan. Hari ini sudah tiba di Pekanbaru dari Subang, Malaysia,” kata Jim Ghafur kepada Rakyat45.com, Jumat (5/6/2026).

Dengan kedatangan armada tersebut, saat ini Riau tetap memiliki dua unit helikopter water bombing yang siap dioperasikan untuk mendukung pemadaman dari udara. Selain itu, satu unit helikopter patroli juga disiagakan untuk memantau wilayah dan mendeteksi titik panas.

Jim menjelaskan, sebelumnya satu unit helikopter water bombing yang beroperasi di Riau diperbantukan ke Provinsi Aceh guna membantu penanganan karhutla di daerah tersebut. Untuk menjaga kekuatan armada di Riau, BNPB langsung mengirimkan helikopter pengganti.

“Satu helikopter water bombing yang sebelumnya berada di Riau saat ini sedang diperbantukan untuk penanganan karhutla di Aceh. Karena itu BNPB mengirimkan armada pengganti agar kekuatan pemadaman udara di Riau tetap terjaga,” ujarnya.

Tidak hanya itu, penguatan armada udara masih akan terus dilakukan. BPBD Riau memastikan dua unit helikopter water bombing tambahan saat ini sedang dalam proses mobilisasi menuju Indonesia dari Australia.

“Kita masih menunggu dua helikopter water bombing tambahan lagi. Saat ini masih dalam proses pengiriman dari Australia,” jelas Jim.

Menurutnya, keberadaan armada udara sangat penting untuk mempercepat pengendalian kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Helikopter water bombing berfungsi menjatuhkan air langsung ke titik api sehingga dapat menekan potensi meluasnya kebakaran.

Selain mendukung pemadaman, armada helikopter juga berperan dalam patroli udara, pemantauan hotspot, serta membantu pengambilan keputusan cepat saat terjadi kebakaran di lapangan.

BPBD Riau menilai dukungan BNPB menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi musim kemarau 2026. Dengan tambahan armada yang tersedia, respons terhadap kemunculan titik api diharapkan semakin cepat dan efektif.

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan dukungan armada yang memadai, penanganan titik api bisa dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya dapat diminimalkan,” katanya.

BPBD Riau juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat segera ditangani petugas.

“Kami mengajak seluruh masyarakat ikut berperan dalam pencegahan karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan segera laporkan jika menemukan titik api agar bisa ditangani secepat mungkin,” tegas Jim.***