Rakyat45.com, Pekanbaru – Banjir Jalan Sudirman Pekanbaru yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan depan RS Awal Bros, segera ditangani melalui pembangunan sistem drainase baru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah menyepakati pembagian tugas dalam pembangunan infrastruktur untuk mengatasi genangan tersebut.
Kesepakatan itu dihasilkan dalam Rapat Penanganan Banjir Kota Pekanbaru yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di Kantor Gubernur Riau, Selasa (21/7/2026).
Fokus penanganan diarahkan pada pembangunan box culvert atau gorong-gorong beton berbentuk kotak yang akan melintasi Jalan Jenderal Sudirman. Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas aliran drainase sehingga air hujan tidak lagi menggenang di kawasan tersebut saat curah hujan tinggi.
Dari pantauan Rakyat45.com, Selasa (21/7/2026), proyek penanganan banjir akan dilaksanakan melalui pembagian kewenangan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota agar pengerjaan dapat berjalan lebih efektif.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan Pemerintah Provinsi Riau bertanggung jawab membangun box culvert yang melintasi Jalan Jenderal Sudirman. Sementara itu, Pemerintah Kota Pekanbaru akan membangun saluran pembuangan yang menghubungkan drainase menuju sungai.
“Hari ini kita rapat untuk mengantisipasi banjir di Jalan Sudirman. Kita akan membuat boks dan parit agar airnya tidak berkumpul yang menyebabkan banjir. Pembuatan boks yang melintasi Jalan Sudirman menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau, sedangkan saluran pembuangan menuju sungainya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Pekanbaru,” ujar Plt Gubri.
Ia menjelaskan, banjir yang selama ini terjadi di depan RS Awal Bros dipengaruhi kondisi topografi kawasan yang tidak merata. Lokasi di depan rumah sakit berada pada elevasi yang lebih rendah dibandingkan kawasan sekitar Gedung DPRD Riau, sehingga air hujan terkumpul di satu titik.
Selain itu, aliran air menuju saluran pembuangan di Jalan Imam Munandar belum berjalan optimal. Kondisi tersebut menyebabkan genangan bertahan lebih lama dan akhirnya meluap ke badan jalan ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Pekanbaru.
Pemprov Riau menargetkan pekerjaan fisik pembangunan box culvert dan sistem drainase pendukung dapat dimulai pada akhir Juli 2026. Pemerintah berharap proyek tersebut mampu mengurangi risiko banjir di salah satu ruas jalan utama Kota Pekanbaru sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.***












