Banner Website
Politik

Indra Gunawan Eet: Bentrok di DPRD Riau Dipicu Polemik Pergeseran Anggaran 2025

129
×

Indra Gunawan Eet: Bentrok di DPRD Riau Dipicu Polemik Pergeseran Anggaran 2025

Sebarkan artikel ini
Indra Gunawan Eet Bentrok di DPRD Riau Dipicu Polemik Pergeseran Anggaran 2025
entrok DPRD Riau yang terjadi di lingkungan Kantor DPRD Provinsi Riau, Kamis (16/7/2026), diduga berawal dari memanasnya rapat Badan Anggaran (Banggar) yang membahas Laporan Hasil Keuangan Pemerintah (LHKP) Tahun Anggaran 2025. (R45/Tangkapan layar Video)

Rakyat45.com, Pekanbaru – Bentrok DPRD Riau yang terjadi di lingkungan Kantor DPRD Provinsi Riau, Kamis (16/7/2026), diduga berawal dari memanasnya rapat Badan Anggaran (Banggar) yang membahas Laporan Hasil Keuangan Pemerintah (LHKP) Tahun Anggaran 2025. Insiden tersebut melibatkan kubu Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, dan anggota DPRD Riau, Indra Gunawan Eet.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Indra Gunawan Eet, perselisihan bermula saat dirinya mempertanyakan adanya pergeseran anggaran Tahun 2025 yang disebut diputuskan tanpa melibatkan seluruh anggota Banggar.

Menurut Eet, dirinya meminta agar seluruh proses penganggaran dilakukan secara terbuka dan transparan, mengingat persoalan tersebut juga menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Dalam rapat tersebut, Eet mengaku mendapat respons keras dari Parisman Ihwan.

“Saya mempertanyakan kenapa ada pergeseran anggaran yang diputuskan tanpa melibatkan seluruh anggota Banggar. Saya hanya meminta semuanya dilakukan secara transparan,” ujar Indra Gunawan Eet.

Menurut pengakuannya, situasi rapat memanas setelah Parisman Ihwan disebut menggebrak meja dan melontarkan tantangan yang dipahaminya sebagai ajakan berkelahi. Rapat kemudian diskors untuk meredakan ketegangan.

Usai rapat dihentikan sementara, Eet mengaku meninggalkan gedung DPRD untuk makan bersama Kepala Dinas PUPR Riau. Saat itu, menurutnya, Parisman masih mengira dirinya berada di ruang Komisi V.

Eet kemudian menerima informasi bahwa Parisman bersama sejumlah orang mendatangi ruang Komisi V untuk mencarinya. Karena tidak berada di lokasi, pertemuan keduanya tidak terjadi.

Mendengar kabar tersebut, Eet mengaku kembali ke Kantor DPRD Riau bersama sekitar lima orang pendukung. Dalam perjalanan menuju DPRD, ia mengaku sempat menerima telepon dari Parisman yang menanyakan keberadaannya.

Setibanya di Ruang Medium DPRD Riau, Eet mengatakan perdebatan kembali terjadi hingga kedua belah pihak kembali saling menantang. Ketegangan itu kemudian memicu bentrokan fisik yang melibatkan pendukung masing-masing.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan berlangsung selama beberapa menit sebelum akhirnya dilerai oleh sejumlah pegawai dan anggota DPRD Riau yang berada di lokasi.

Akibat insiden tersebut, seorang petugas keamanan Sekretariat DPRD Riau, Harianto alias Anto Gledor, mengalami luka di bagian kepala dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Sementara itu, seorang anggota rombongan Indra Gunawan Eet juga dilaporkan mengalami luka ringan.

Sejumlah anggota Banggar yang berada di lokasi saat rapat berlangsung di antaranya Andi Dharma Taufik, Imustiar, Ginda Bunama, dan Suyadi. Di tengah keributan, Ginda Bunama terdengar meminta seluruh pihak menghentikan aksi saling pukul.

Insiden itu juga mendapat sorotan dari internal Partai Golkar. Seorang kader Golkar Riau, Hendra, meminta DPD Partai Golkar Riau mengevaluasi sekaligus mencopot Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau karena dinilai gagal mengelola dinamika internal partai.

“Kami meminta Ketua Fraksi Golkar dicopot karena tidak mampu menyelesaikan dinamika Golkar di DPRD Riau. Kejadian ini sangat memalukan bagi partai. Kalau tidak ada evaluasi, kami akan menggelar aksi demonstrasi,” kata Hendra.

Menurut Hendra, bentrokan tersebut telah mencoreng citra DPRD Riau sekaligus nama Partai Golkar di mata masyarakat sehingga diperlukan langkah tegas dari pimpinan partai.

Hingga berita ini diterbitkan, Parisman Ihwan belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi yang disampaikan Indra Gunawan Eet. Demikian pula Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau belum menyampaikan tanggapan atas tuntutan pencopotan tersebut. Keterangan dari seluruh pihak masih diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang mengenai peristiwa ini.***