Rakyat45.com, Tasik Putri Puyu – Bhabinkamtibmas Kudap, Brigpol Wahyu Sudrajad, S.IP, membawa pesan penting tentang membangun karakter generasi muda melalui edukasi anti bullying, bahaya narkoba, serta kepedulian terhadap lingkungan saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Tasik Putri Puyu, Desa Kudap, Kamis (16/7/2026).
Puluhan siswa baru mengikuti kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut. Kehadiran personel Polri itu menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar agar mampu memahami batas perilaku, menjaga pergaulan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Dalam penyampaiannya, Brigpol Wahyu menegaskan bahwa bullying bukan sekadar tindakan bercanda, melainkan perilaku yang dapat meninggalkan dampak psikologis bagi korban dan berujung pada persoalan hukum bagi pelaku.
“Bullying itu bukan hal sepele. Korbannya bisa trauma, pelaku bisa berurusan dengan hukum. Stop bullying, mulai dari hal kecil seperti saling menghargai teman dan tidak mengejek,” ujar Bhabinkamtibmas di hadapan siswa.
Selain pencegahan perundungan, Brigpol Wahyu juga mengingatkan siswa mengenai ancaman narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, balap liar, hingga penyalahgunaan media sosial.
Ia mengajak para pelajar mengembangkan diri melalui kegiatan positif, seperti olahraga, pramuka, dan organisasi sekolah, sebagai wadah membangun kedisiplinan serta rasa tanggung jawab.
“Bapak Ibu guru dan kami dari Polri tidak akan selalu ada 24 jam di sekolah. Maka kalian harus jadi polisi untuk diri sendiri. Kalau ada teman yang tawarkan rokok, vape, apalagi narkoba, katakan tidak dan segera lapor ke guru atau Bhabinkamtibmas,” tegasnya.
Tak hanya berbicara mengenai keamanan generasi muda, Brigpol Wahyu turut memperkenalkan program Green Policing, sebagai bentuk dukungan Polri terhadap gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan yang dicanangkan Kapolda Riau.
Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Para siswa juga diajak mengambil peran melalui kebiasaan sederhana, seperti menanam pohon dan menjaga kebersihan sekolah.
“Green Policing artinya polisi peduli lingkungan. Kita ajak adik-adik untuk menanam pohon, menjaga kebersihan sekolah, dan tidak membuang sampah sembarangan. Menjaga alam juga bagian dari menjaga Kamtibmas,” jelas Wahyu.
Sebagai penutup kegiatan, Brigpol Wahyu bersama Kepala Sekolah, dewan guru, dan perwakilan siswa melakukan penanaman bibit pohon di halaman sekolah sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala SMPN 2 Tasik Putri Puyu, Siti Arpah, S.Pd, mengapresiasi materi yang disampaikan Bhabinkamtibmas. Ia menilai edukasi tersebut memberikan pemahaman baru bagi siswa mengenai hukum, bahaya narkoba, sekaligus pentingnya menjaga lingkungan.
“Materi dari Pak Bhabin sangat relevan. Anak-anak jadi tahu hukum, tahu bahaya narkoba, dan sekarang juga diajak cinta lingkungan. Kami berharap sinergi dengan Polsek terus berlanjut,” katanya.
Melalui kegiatan MPLS ini, siswa baru diharapkan mampu mengawali tahun ajaran dengan semangat belajar, memiliki karakter positif, serta tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan.**












