Banner Website
Nasional

Kesempatan Kedua Dimulai, Lapas Bengkalis Buka Sekolah Paket Bersama PKBM Al Bantani

141
×

Kesempatan Kedua Dimulai, Lapas Bengkalis Buka Sekolah Paket Bersama PKBM Al Bantani

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas IIA Bengkalis bekerja sama dengan PKBM Al Bantani membuka program Sekolah Paket A, B, dan C bagi 32 warga binaan sebagai bekal masa depan. Kamis (16/7/2026)./R45/Humas.

Rakyat45.com, Bengkalis – Kerja Sama Lapas Bengkalis dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Bantani membuka ruang baru bagi warga binaan untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terhenti. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan program pendidikan nonformal jenjang Paket A, Paket B, dan Paket C di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis, Kamis (16/7/2026).

Program ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Bengkalis dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus memperkuat proses pembinaan. Melalui akses pendidikan yang setara, mereka memperoleh kesempatan untuk membangun kembali masa depan dengan bekal pengetahuan dan ijazah resmi.

Sebanyak 32 warga binaan tercatat mengikuti program tersebut. Rinciannya, tiga peserta menempuh Paket A setara Sekolah Dasar, 12 peserta mengikuti Paket B setara Sekolah Menengah Pertama, dan 17 peserta menjalani Paket C yang setara Sekolah Menengah Atas.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis Priyo Tri Laksono melalui Kepala Seksi Binadik Boy Fernandes menegaskan bahwa keterbatasan ruang gerak tidak boleh menghilangkan hak seseorang untuk memperoleh pendidikan.

“Pendidikan adalah hak segala bangsa, termasuk bagi saudara kita yang menjalani pidana. Melalui kerja sama ini, kami pastikan saat bebas nanti mereka tidak hanya memiliki kesadaran hukum, tapi juga ijazah resmi untuk melanjutkan pendidikan atau mencari nafkah,” ujarnya.

PKBM Al Bantani menyambut positif kolaborasi tersebut dan memastikan seluruh proses belajar mengajar dilaksanakan mengacu pada standar nasional. Dengan demikian, kualitas pendidikan yang diterima warga binaan memiliki kesetaraan dengan pendidikan formal.

Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dan menandai dimulainya pembelajaran bagi seluruh peserta. Program ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya semangat baru, sehingga warga binaan memiliki bekal akademik, kepercayaan diri, dan peluang yang lebih besar untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.**