Rakyat45.com, Yogyakarta – Refleksi kebangsaan mengemuka melalui Sharing Diskusi Kebangsaan Kristen yang mempertemukan para pemimpin gereja, organisasi masyarakat, akademisi, dan tokoh lintas lembaga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Forum ini tidak sekadar menjadi ruang bertukar pandangan, tetapi juga melahirkan komitmen bersama untuk memperkuat kontribusi umat Kristen dalam kehidupan berbangsa.
Forum Komunikasi Masyarakat Kristen (FKMK) DIY menggelar kegiatan bertajuk “Sharing dan Diskusi Kebangsaan Menyikapi Situasi Nasional Terkini” di Gedung DJM Lantai 2, Depok, Sleman, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan menghadirkan tokoh nasional Pdt. Dr. dr. Royandi Hutasoit sebagai Keynote Speaker, didampingi tim DPP Partai Setara Indonesia (PASTI) Jakarta. Hadir pula pimpinan aras gereja PGIW, PGLII, BAPTIS, PGPI, Bala Keselamatan, Advent Hari Ketujuh, organisasi API, DPW MUKI DIY, BAMAGNAS, Kawal Indonesia, Central Kristen Indonesia (Cenkrisindo), PPHKI DIY, PWKI, Taman Doa APIUS Klaten, pimpinan perguruan tinggi Kristen, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Ketua penyelenggara, Pdt. Onwin Frans Hetharie, S.Th., mengatakan forum tersebut lahir dari kegelisahan atas perubahan yang berlangsung cepat di berbagai sektor kehidupan nasional.
“Bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai dinamika persoalan yang berkembang begitu cepat. Kita menyaksikan berbagai perubahan, dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, kehidupan beragama, bahkan perkembangan teknologi yang mempengaruhi cara berpikir masyarakat.” ucapnya, kepada Rakyat45.com, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, perubahan tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai sikap umat Kristen, peran gereja sebagai pembawa damai, serta kontribusi nyata para pemimpin lembaga Kristen terhadap masa depan bangsa.
“Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mendorong kami menggagas forum ini. Forum ini bukan dibangun untuk kepentingan politik praktis, bukan pula untuk memperuncing perbedaan, tetapi menjadi ruang bersama bagi para pemimpin Kristen untuk saling mendengar, saling menguatkan, saling memberi masukan, dan bersama-sama membangun kepedulian terhadap kehidupan berbangsa,” tutur Pdt. Onwin.
Ia menegaskan FKMK ingin menumbuhkan budaya dialog, saling menghormati, membiasakan diri mendengar, berpikir jernih, dan menghadirkan kontribusi positif bagi Indonesia.
“Karena kita percaya bahwa mengasihi Tuhan dapat diwujudkan melalui kasih kepada bangsa yang Tuhan percayakan kepada kita. ‘Usahakan, Kesejahteraan kota, dimana kamu tinggal.'” ungkapnya.
Dalam sesi pemaparan, Pdt. Dr. dr. Royandi Hutasoit mengingatkan bahwa Indonesia berdiri sebagai negara kebangsaan melalui proses sejarah yang panjang.
“Keputusan untuk membangun negara kebangsaan merupakan hasil proses sejarah yang panjang, bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba.” pesannya.
Ketua Umum DPP Partai Setara Indonesia (PASTI) itu menegaskan Indonesia dibangun sebagai nation state, bukan negara agama, agar seluruh warga dari berbagai suku, bahasa, budaya, dan agama dapat hidup dalam satu bingkai kebangsaan.
“Kita perlu sadari bersama bahwa, Sumpah Pemuda tidak berbicara tentang agama tapi tentang persatuan bangsa,” tuturnya.
Pembahasan kemudian berlanjut dalam sesi Diskusi dan Sharing yang dipandu Sekwil DPW MUKI DIY, Yupiter Ome. Dari forum tersebut muncul kesepakatan agar diskusi tidak berhenti sebagai wacana, melainkan diteruskan melalui langkah-langkah nyata.
Salah satu aspirasi yang mengemuka ialah menghidupkan kembali keterwakilan politik masyarakat Kristen melalui partai politik berbasis Kristen. Gagasan itu didasarkan pada pandangan peserta bahwa selama ini aspirasi umat lebih banyak disalurkan melalui partai-partai nasional, namun dinilai belum terakomodasi secara optimal.
Atas dasar itu, peserta forum menyatakan dukungan terhadap keberadaan Partai Setara Indonesia (PASTI) sebagai wadah politik yang diharapkan mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat Kristen di parlemen.
Pada kesempatan yang sama, Yan Gea dari DPP Kawal Indonesia ditetapkan sebagai Ketua DPW Partai Setara Indonesia (PASTI) DIY. Pengurus KSB DPW PASTI DIY kemudian dilantik oleh Ketua Umum DPP Partai Setara Indonesia, Pdt. Dr. dr. Royandi Hutasoit, didampingi Sekretaris Jenderal, Wakil Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum di Pendopo Yayasan IndoCharis.
Usai pelantikan, kepengurusan DPW PASTI DIY mendapat mandat untuk membentuk struktur organisasi hingga tingkat DPD dan DPC di seluruh kabupaten/kota se-DIY. Pelantikan pengurus daerah secara serentak dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.**












