Banner Website
Daerah

LP3KD Riau Perkuat Sinergi Lintas Iman, Dukung MTQ dan Siapkan Pesparani 2026

29
×

LP3KD Riau Perkuat Sinergi Lintas Iman, Dukung MTQ dan Siapkan Pesparani 2026

Sebarkan artikel ini
LP3KD Riau Perkuat Sinergi Lintas Iman, Dukung MTQ dan Siapkan Pesparani 2026
Ketua LP3KD Riau Pandapotan Sitanggang didampingi Sekretaris Lorensius Purba dan pengurus lainnya diterima Ketua Harian LPTQ Riau Muhammad Tawwaf yang mewakili Ketua LPTQ Riau Zulkifli Syukur, Kamis (11/6/2026).(R45/Media Center Riau)

Rakyat45.com, Pekanbaru – LP3KD Riau terus memperkuat sinergi lintas iman sebagai upaya menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan kehidupan keagamaan di Provinsi Riau. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan silaturahmi jajaran pengurus LP3KD ke kantor LPTQ Riau di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (11/6/2026).

Ketua LP3KD Riau Pandapotan Sitanggang didampingi Sekretaris Lorensius Purba dan pengurus lainnya diterima Ketua Harian LPTQ Riau Muhammad Tawwaf yang mewakili Ketua LPTQ Riau Zulkifli Syukur. Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan seputar penguatan kolaborasi antar lembaga keagamaan di Riau.

Muhammad Tawwaf menilai kerja sama lintas agama menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Sinergi dan kolaborasi lintas iman seperti ini perlu terus diperkuat. Kita memiliki tujuan yang sama, yakni membangun masyarakat Riau yang harmonis, religius, dan berkarakter,” ujarnya kepada Rakyat45.com, Kamis (11/6/2026).

LP3KD merupakan lembaga yang bertugas membina dan mengembangkan kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik. Perannya sejajar dengan LPTQ yang selama ini membina dan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Di Riau, LP3KD telah dua kali menggelar Pesparani tingkat provinsi. Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan iman sekaligus pengembangan bakat umat Katolik melalui berbagai cabang lomba, mulai dari mazmur, tutur Kitab Suci, cerdas cermat rohani, paduan suara hingga seni budaya bernuansa Katolik.

Dalam pertemuan itu, Pandapotan Sitanggang menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kuantan Singingi pada 26 Juni 2026. Di sisi lain, LP3KD juga tengah mematangkan persiapan Pesparani Katolik Tingkat Provinsi Riau yang direncanakan digelar pada Oktober 2026.

“Sinergitas ini penting untuk menjalin komunikasi, memperkuat persaudaraan, serta saling mendukung program pembinaan keagamaan di Riau. Meski berbeda keyakinan, kita memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun generasi yang berakhlak, beriman, dan mencintai daerahnya,” kata Pandapotan kepada Rakyat45.com, Kamis (11/6/2026).

Selain membahas kerja sama lintas iman, LP3KD juga berharap adanya dukungan pemerintah terhadap program pembinaan umat Katolik yang dijalankan lembaga tersebut. Sebagai lembaga yang dibentuk melalui keputusan Pemerintah Provinsi Riau, LP3KD menilai pembinaan keagamaan perlu mendapat perhatian yang proporsional.

“Di tengah keterbatasan dan efisiensi anggaran saat ini, kami berharap Pemerintah Provinsi Riau turut memperhatikan pengembangan pembinaan umat Katolik melalui LP3KD. Kegiatan keagamaan seperti Pesparani bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana pembentukan karakter, penguatan iman, dan pengembangan sumber daya manusia,” sambungnya.

Berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2025, jumlah umat Katolik di Provinsi Riau telah mencapai lebih dari 80 ribu jiwa. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat seiring semakin tertibnya pendataan administrasi kependudukan dan meningkatnya kesadaran masyarakat mencantumkan identitas agama sesuai keyakinannya.

Pandapotan mengatakan, dua pelaksanaan Pesparani sebelumnya dapat terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk donatur dan sektor swasta. Untuk penyelenggaraan Pesparani ketiga tahun ini, LP3KD berharap dukungan serupa juga datang dari Pemerintah Provinsi Riau.

“Pada Pesparani pertama dan kedua, kami banyak dibantu oleh para donatur dan pihak swasta. Untuk Pesparani ketiga tahun ini, tentu kami berharap Pemerintah Provinsi Riau juga dapat ikut memberikan dukungan, terlebih pelaksanaannya berdekatan dengan agenda MTQ Provinsi Riau yang juga menjadi kebanggaan masyarakat Riau,” harapnya.

Menurut Pandapotan, penguatan pembinaan keagamaan semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang bergerak cepat. Arus informasi yang masif menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda sehingga perlu diimbangi dengan penguatan nilai moral dan spiritual.

“Pesparani dan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan menjadi ruang yang penting untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, toleransi, disiplin, dan cinta kasih kepada generasi muda. Dengan fondasi iman yang kuat, mereka akan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak serta menjadi generasi yang membawa dampak positif bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tutupnya.***