Banner Website
Daerah

Bupati Asmar Jemput Dukungan APBN 2027, Bappenas Siap Kawal Pembangunan Meranti

25
×

Bupati Asmar Jemput Dukungan APBN 2027, Bappenas Siap Kawal Pembangunan Meranti

Sebarkan artikel ini
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berfoto bersama usai melakukan audiensi dengan Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas RI beserta jajaran di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (22/6/2026)./R45/Alfin.

Rakyat45.com, Jakarta – Dukungan APBN Kepulauan Meranti menjadi fokus utama perjuangan Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, saat memimpin langsung audiensi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas RI di Jakarta, Senin (22/6/2026). Pertemuan itu dimanfaatkan untuk mengamankan dukungan pemerintah pusat terhadap sejumlah proyek strategis yang dinilai menjadi kunci percepatan pembangunan daerah.

Audiensi yang berlangsung di Gedung Bappenas tersebut diterima Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas, Dr. rer. nat. Jayadi, S.Si., M.S.E., M.A., didampingi Koordinator Sumatera I Aditya Widya Pradipta beserta jajaran.

Bupati Asmar hadir bersama Kepala Bappeda Kepulauan Meranti Dr. Abu Hanifah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Irmansyah, M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ifwandi, S.P., Staf Ahli Bupati Randolf, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Agustiono, Kepala Dinas Pendidikan Tunjiarto, serta perwakilan Dinas PUPR dan Diskominfo.

Dalam pertemuan itu, Bupati Asmar menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan visi Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera. Menurutnya, kemampuan fiskal daerah masih terbatas sehingga sinergi dengan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pembangunan.

“Karena kita menyadari tanpa dukungan dari provinsi dan pemerintah pusat, Meranti dengan keterbatasan anggaran saat ini akan kesulitan membangun daerah,” ujar H. Asmar.

Ia menjelaskan, Kepulauan Meranti memiliki posisi strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka, berbatasan langsung dengan Malaysia, serta masuk dalam Kawasan Strategis Nasional dan kawasan afirmasi 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Selain memiliki potensi minyak dan gas bumi, timah, sagu, kelapa, kopi hingga budidaya ikan kakap putih, daerah tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur dasar. Akses jalan, jembatan, pelabuhan, listrik, air bersih, telekomunikasi, layanan pendidikan dan kesehatan dinilai masih menjadi pekerjaan besar yang perlu segera ditangani.

Pemkab Kepulauan Meranti juga menyoroti ancaman abrasi pantai yang terus menggerus wilayah pesisir, termasuk kawasan perbatasan negara. Di sisi lain, investasi dinilai belum berkembang maksimal karena luasnya kawasan gambut dan keterbatasan pemanfaatan lahan akibat kebijakan tata ruang.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Meranti mengajukan sejumlah usulan prioritas untuk memperoleh dukungan APBN 2027. Di antaranya renovasi sekolah, pembangunan Pelabuhan Dorak, bantuan Rumah Layak Huni (RLH), pengadaan alat dan mesin pertanian, pembangunan jaringan irigasi, program cetak sawah, pengembangan industri hilir pertanian, pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, pembangunan puskesmas di tiga pulau besar, hingga pengadaan alat kesehatan dan sanitasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga meminta dukungan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Tanjung Kedabu serta peninjauan kebijakan Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB) yang menyebabkan sekitar 362 ribu hektare daratan Meranti belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Jayadi, menyatakan komitmennya untuk mengawal program pembangunan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Sesuai RPJMN 2025-2029, persoalan aksesibilitas dan konektivitas di kawasan daerah tertinggal menjadi prioritas nasional, sehingga dukungan untuk Meranti sangat besar,” kata Dr. Jayadi.

Ia menambahkan, pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap pembangunan jaringan irigasi serta penanganan abrasi pantai yang menjadi tantangan serius di wilayah Kepulauan Meranti.

Menutup audiensi tersebut, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi atas respons positif Bappenas RI. Ia berharap sinergi yang terbangun dapat mempercepat realisasi berbagai program prioritas demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat upaya pembangunan Kepulauan Meranti agar berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menuju Meranti Unggul, Agamis, dan Sejahtera,” pungkasnya.**